“Proyek ini sangat relevan dan telah menunjukkan kesiapan implementasi yang kuat. PASOPATI menjadi fondasi penting bagi pemasyarakatan dalam merespons isu dengan lebih profesional dan terkoordinasi,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Aman Riyadi. Ia menilai PASOPATI sebagai terobosan strategis untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan informasi dan komunikasi krisis.
“Pedoman ini memberi arah yang jelas bagi seluruh UPT dalam membangun standar komunikasi krisis. Ini bukan hanya inovasi, tetapi kebutuhan institusional,” tegas Aman.
Di akhir sesi, para penguji menilai Lapas Cipinang berhasil menempatkan diri sebagai role model penerapan manajemen komunikasi krisis pemasyarakatan. Keberhasilan ini menjadi capaian penting bagi Wachid Wibowo sebagai pemimpin UPT yang mampu membawa inovasi strategis hingga menjadi kebijakan tingkat kementerian.
Pengakuan ini sekaligus memperkuat komitmen Lapas Cipinang dalam membangun tata kelola komunikasi pemasyarakatan yang profesional, responsif, integratif, dan sejalan dengan nilai PRIMA serta arah transformasi pemasyarakatan modern di bawah kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.( Ragil).

















