KOMPASNEWS — Sebuah video pendek yang kini viral di media sosial menampilkan Romo Ali Hasyim, seorang santri Indonesia, menyuarakan kecaman terhadap tayangan Xpose Trans7. Video tersebut dirilis di bulan yang bertepatan dengan momen Hari Santri Nasional 2025 dan mendapat perhatian luas karena muatan kritiknya yang tajam terhadap perlakuan Xpose Trans7 terhadap dunia pesantren.
BACA JUGA: Oknum Staf Admin Koperasi di Banyuasin Diduga Gelapkan Dana Rp1,6 Miliar untuk Investasi Cripto
Dalam potongan video tersebut, Romo Ali Hasyim menyebut tayangan Xpose sebagai kado pahit” di Hari Santri. Ia menyatakan bahwa Trans7 telah melakukan kesalahan fatal dengan menyiarkan konten yang menurutnya merendahkan nilai-nilai pesantren dan menodai marwah para kiai. Video ini memicu dialog publik — antara pembelaan kebebasan pers dan tuntutan agar Xpose Trans7 bertanggung jawab.
“Tayangan itu tidak hanya menginjak-injak martabat para kiai, tetapi juga mengecewakan hati santri di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam klip berdurasi singkat tersebut.
BACA JUGA: Diduga Ilegal, Rio Desak Polisi Segel Lapak CPO dan Kernel di Bekas Bangunan RM Mbak Asmi
Romo mendesak agar Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) segera mengambil langkah tegas. Ia meminta agar aparat pengawas pers dan penyiaran memeriksa konten Xpose dan menyatakan apakah terjadi pelanggaran terhadap etika jurnalistik dan aturan penyiaran yang berlaku.























