Ia melanjutkan bahwa peran santri tidak hanya terbatas pada ranah keagamaan, tetapi juga secara aktif menjaga pilar-pilar kebangsaan.
“Santri juga sebagai warga negara Indonesia terikat oleh Undang-Undang Dasar 1945, terikat oleh Pancasila, terikat oleh Bhinneka Tunggal Ika, dan terikat oleh Pancasila,” tegasnya.
BACA JUGA: Polsek Talang Kelapa Pantau Langsung Lahan Jagung untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Romo Ali Hasyim juga mengingatkan bahwa perjuangan santri bukanlah hal baru. Jauh sebelum 80 tahun kemerdekaan, para kiai, ulama, dan habaib telah turut berjuang melawan kolonial. Perjuangan ini, yang dilatarbelakangi perlawanan terhadap penjajah non-muslim, menumbuhkan kesadaran kolektif (imaginity of community) yang menguatkan bangsa Indonesia.
“Santri adalah sekaligus entitas masyarakat Indonesia yang menjaga negara dan agama di Republik Indonesia,” pungkasnya.
BACA JUGA: Meriah, Prajurit dan Rakyat Membaur di Panggung Hiburan HUT Ke-80 TNI di BKB Palembang
Di akhir pernyataannya, Romo Ali Hasyim berharap agar santri dapat terus mengisi dan merawat kemerdekaan Indonesia.
“Mudah-mudahan santri bisa mengisi, merawat kemerdekaan Indonesia menuju peradaban masa akan datang. Sekali lagi, Indonesia adalah kita, santri adalah Indonesia,” Pungkasnya.























