Sementara itu, Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, Akhmad Zaky, menyampaikan apresiasi atas dukungan Lapas Cipinang yang telah memberikan ruang praktik nyata bagi mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi Lapas Cipinang yang telah menjadi mitra strategis dalam proses pembelajaran mahasiswa. Pengalaman langsung di lapangan seperti ini sangat penting untuk membentuk kompetensi profesional mahasiswa,” ungkapnya.
Salah satu mahasiswa peserta, Zahra, yang mempresentasikan hasil asesmen, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama menjalani praktikum di Lapas Cipinang.
“Melalui praktik ini, kami belajar memahami kondisi klien secara langsung, melakukan asesmen, hingga menyusun rencana intervensi. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membuka wawasan kami dalam dunia kesejahteraan sosial,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Cipinang menegaskan perannya sebagai ruang pembelajaran sekaligus laboratorium praktik sosial, yang tidak hanya mendukung proses pendidikan mahasiswa, tetapi juga memperkuat kualitas pembinaan Warga Binaan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari implementasi Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, dalam menghadirkan pemasyarakatan yang adaptif, terbuka, dan berbasis keilmuan.( Ragil).





















