Dalam arahannya, Mayjen TNI Ujang Darwis menekankan pentingnya menjaga integritas dan kedisiplinan, baik bagi prajurit maupun PNS. Ia mengingatkan seluruh personel untuk menghindari berbagai bentuk pelanggaran, termasuk tidak hadir tanpa izin (THTI), judi online, pinjaman online ilegal, dan aktivitas lainnya yang dapat mencoreng nama baik institusi. Penekanan khusus diberikan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, yang dinilai sangat merusak masa depan individu maupun organisasi.
Mayjen Ujang Darwis juga menyampaikan bahwa Ajendam adalah gerbang awal dalam proses rekrutmen prajurit. Oleh karena itu, profesionalisme dan integritas harus dijaga. “Proses rekrutmen harus bebas dari praktik percaloan dan pungutan liar. Setiap tahapan seleksi dirancang secara objektif dan berlandaskan prinsip keadilan, sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi siapa pun yang memenuhi syarat, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun status,” tegas Pangdam.
Lebih lanjut, Pangdam mendorong seluruh personel untuk terus membina kemampuan dasar keprajuritan, menjaga sikap dan perilaku, serta meningkatkan kebugaran jasmani. Hal ini dinilai sebagai pondasi utama dalam membentuk prajurit yang siap menghadapi tantangan tugas di masa depan.
Menutup arahannya, Mayjen TNI Ujang Darwis berpesan kepada seluruh anggota dan keluarganya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga serta memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak sejak dini. Menurutnya, keluarga yang harmonis dan berkualitas merupakan penopang utama dalam membentuk prajurit yang kuat, tangguh, dan berintegritas tinggi.

















