KOMPASNEWS, JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus membangun budaya belajar organisasi melalui Knowledge Sharing SMART PAS (Sistem Manajemen Aparatur Resilien dan Terampil Pemasyarakatan) sebagai strategi penguatan kompetensi petugas dalam menghadapi dinamika tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas I Cipinang, Jumat (24/7) ini menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik guna memperkuat profesionalisme aparatur.
Mengusung tema “Membangun Petugas Pemasyarakatan yang Profesional, Resilien, dan Komunikatif”, forum menghadirkan tiga materi utama, yakni kesejahteraan psikologis pegawai, penguatan pemahaman asas-asas pemasyarakatan, serta komunikasi publik dan peran agen informasi dalam mendukung citra positif institusi.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa kualitas organisasi ditentukan oleh kemampuan setiap petugas untuk terus belajar, beradaptasi, dan saling berbagi pengetahuan.
“Tantangan pemasyarakatan terus berkembang sehingga kompetensi petugas tidak boleh berhenti berkembang. SMART PAS kami bangun sebagai sistem pembelajaran internal agar pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik tidak berhenti pada individu, tetapi menjadi modal organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan,” tegas Dr. Syarpani.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha sekaligus Action Leader SMART PAS, Ari Budiningsih, menjelaskan bahwa SMART PAS dirancang sebagai model manajemen pengetahuan (knowledge management) yang mengintegrasikan forum berbagi pengetahuan, dokumentasi materi, serta bank pengetahuan internal sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkelanjutan.






















