“Gerakan ‘Jaga Jakarta Tanpa Narkoba’ mencerminkan semangat kami untuk menjaga integritas institusi. Tidak ada ruang bagi narkoba dan kejahatan di sini. Setiap langkah pengamanan diarahkan untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang bersih, aman, dan berorientasi pada pemulihan moral Warga Binaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Sumaryo, menjelaskan bahwa keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkotika merupakan hasil kerja sinergis antara penguatan pengawasan internal dan kerja sama lintas instansi.
“Sepanjang tahun ini, kami telah melaksanakan lebih dari 55 kegiatan razia, baik terjadwal maupun insidentil. Semua dilakukan bersama aparat TNI dan Polri untuk memastikan area lapas benar-benar steril dari narkoba dan barang berbahaya,” terangnya, pada Jum,at ( 31/10).
Salah satu petugas pengamanan, Sri Widodo, menambahkan bahwa razia mendadak kini telah menjadi bagian dari budaya pengamanan di Lapas Cipinang. “Kami siap siaga 24 jam. Razia dilakukan tanpa pemberitahuan agar efektif dan memberikan efek jera. Ini bukan hanya tentang keamanan, tetapi juga tentang menjaga kehormatan dan marwah institusi,” ungkapnya.
Langkah-langkah pengamanan yang dilakukan Lapas Cipinang sejalan dengan 13 Program Akselerasi Pemasyarakatan yang digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, terutama dalam hal pemberantasan peredaran narkoba dan berbagai modus penipuan di dalam lapas. Gerakan ini juga mendukung arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menekankan pentingnya reformasi hukum dan pemberantasan narkoba sebagai prioritas nasional.
Dengan semangat PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel), Lapas Kelas I Cipinang terus memperkuat sistem pengamanan dan pembinaan yang sinergis. Setiap capaian menjadi bukti bahwa Pemasyarakatan bukan sekadar ruang pengendalian, melainkan benteng integritas dan garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia bebas narkoba.( Ragil)























