Semetara itu petugas SPBU setempat berinisial UR ( 45 ) yang namanya Keberatan disebutkan lengkap, mengakui benar adanya praktik motor -motor bertangki besar melakukan pengisian berulang dengan tangki besar,
“Itu yang tadi beberapa motor tangki besar tak suruh ngisi di sebelah,saya hanya melayani pembeli yang buat dipakai sendiri bukan untuk dijual,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU setempat belum memberikan keterangan resmi terkait pengawasan terhadap kendaraan ber-tangki modifikasi yang keluar-masuk area pengisian.
Masyarakat mendesak pihak kepolisian dan PT Pertamina Patra Niaga segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak). Penertiban tegas diperlukan agar distribusi BBM bersubsidi di wilayah Pemalang kembali tepat sasaran dan tidak merugikan konsumen umum.( Ragil).
















