Penguji, Dr. Mala Sondang Silitonga, memberikan apresiasi atas relevansi dan kematangan konsep PRIMA. “PRIMA adalah inovasi yang tepat waktu dan sangat dibutuhkan. Integrasi komunikasi publik seperti ini membantu Lapas Cipinang mengelola isu dengan lebih baik, menjaga transparansi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Yang terpenting, inovasi ini harus dijaga keberlanjutannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa PRIMA tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari arsitektur besar Manajemen Komunikasi Pemasyarakatan Terintegrasi.
“PRIMA kami posisikan sebagai pusat kendali komunikasi yang menyatu dengan kerangka besar manajemen komunikasi pemasyarakatan. Dengan integrasi ini, setiap informasi, respons, dan narasi dapat dikelola secara sistematis, berbasis data, dan terhubung dengan seluruh unit. Inovasi ini adalah langkah konkret menuju transformasi digital, keterbukaan informasi, dan penguatan reputasi pemasyarakatan,” jelasnya.
Seminar ini sekaligus menjadi momentum bagi Lapas Cipinang untuk meneguhkan komitmen terhadap reformasi birokrasi, transparansi, dan penguatan komunikasi kelembagaan. Dengan dukungan penguji, coach, dan mentor, PRIMA kian mantap menjadi pusat informasi publik yang responsif, kredibel, dan berdampak nyata bagi masyarakat—serta menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan Lapas Cipinang meraih predikat UPT Terbaik Pertama bidang Kehumasan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta ( Ragil).





















