Bagi Waindun, dorongan tersebut menjadi sebuah amanah yang harus dipertimbangkan dengan matang. Jika nantinya benar-benar maju, ia diharapkan mampu membawa semangat kebersamaan serta memperkuat pembangunan dan pelayanan masyarakat Desa Sungapan.
“Kalau masyarakat memberikan kepercayaan, tentu itu menjadi amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun desa dan menjaga kerukunan,”
Ujar Pada Sabtu ( 5/9).
Dari Kepedulian Menjadi Kepercayaan
Perjalanan Waindun menuju bursa Pilkades Sungapan, menarik perhatian karena berawal dari aktivitas sosial di lingkungan masyarakat. Kebiasaan membantu dan berinteraksi langsung dengan warga perlahan membangun kepercayaan.
Kini, dukungan warga menjadi modal sosial yang membuat namanya mulai diperbincangkan sebagai salah satu figur yang berpotensi maju dalam Pilkades Sungapan.
Namun demikian, dukungan masyarakat bukanlah akhir dari perjalanan. Jika pencalonan benar-benar terwujud, masyarakat tentu akan menilai gagasan, visi, program, serta komitmen masing-masing calon.
Pilkades pada akhirnya bukan sekadar pertarungan nama, melainkan momentum bagi masyarakat untuk menentukan sosok yang dianggap mampu membawa Desa Sungapan menuju arah yang lebih baik.
Dari sering membantu lingkungan, tumbuh kepercayaan. Dari kepercayaan warga, muncul dorongan untuk mengabdi lebih luas. Kini, nama Waindun mulai menjadi perbincangan menuju Pilkades Sungapan.( Ragil)

















