Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Pemalang, Akbar Priambodo, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Menurutnya, kegiatan bersholawat bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga menjadi media untuk menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat keimanan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan Rutan Bersholawat ini, kami berharap para warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, meneladani akhlak Rasulullah SAW, dan menjadikan momen bersholawat sebagai sarana introspeksi serta motivasi untuk terus memperbaiki diri. Kami percaya bahwa pembinaan spiritual yang dilakukan secara berkelanjutan akan melahirkan pribadi yang lebih baik, sehingga ketika kembali ke tengah masyarakat, mereka dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa,”ujar Akbar Priambodo.
Selain menjadi wadah untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan bersholawat juga diharapkan mampu menanamkan sikap saling menghargai, mempererat kebersamaan, serta membangun semangat untuk terus berubah ke arah yang lebih baik. Pembinaan kerohanian dipandang sebagai salah satu aspek penting dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yaitu membentuk warga binaan yang sadar akan kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana.
Melalui kegiatan Rutan Bersholawat ini, Rutan Pemalang berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan, tetapi juga pada pembentukan mental dan spiritual. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan Warga Binaan Pemasyarakatan dapat menjadi pribadi yang religius, berakhlak mulia, dan siap menjalani kehidupan yang lebih bermanfaat setelah menyelesaikan masa pidananya.( Ragil).
















