Staf pelaksana kegiatan Pembinaan Kepribadian, Kusdie Fauzan, menjelaskan bahwa Aula Bina Insan menjadi pusat kegiatan pembinaan harian bagi Warga Binaan dengan jadwal yang disusun secara sistematis.
“Setiap hari terdapat kegiatan pembinaan kepribadian sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Aula Bina Insan juga menjadi ruang pembelajaran yang terbuka, termasuk bagi kalangan akademisi yang melakukan penelitian dan kuliah kerja nyata, sehingga pembinaan berlangsung dinamis dan berbasis penguatan nilai,” jelasnya.
Kegiatan pembinaan tersebut turut mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Nur Istibsyaroh, menilai pembinaan kepribadian di Lapas Cipinang berjalan sistematis dan humanis.
“Kami melihat pembinaan kepribadian di sini tidak bersifat formalitas, tetapi benar-benar diarahkan untuk membentuk kesadaran dan sikap Warga Binaan. Pendekatan seperti ini sangat penting untuk mendukung proses reintegrasi sosial dan patut menjadi contoh,” ungkapnya.
Melalui penguatan pembinaan kepribadian ini, Lapas Cipinang menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang humanis, terukur, dan berorientasi hasil sebagai bekal Warga Binaan menuju reintegrasi sosial yang berhasil. Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, dalam memastikan setiap Warga Binaan memperoleh pembinaan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.( Ragil).























