Kepala Bidang Pembinaan Lapas Cipinang, Iwan Setiawan, menambahkan bahwa modernisasi dapur berdampak langsung terhadap tertib kerja dan kualitas layanan penyediaan makanan. Menurutnya, penggunaan peralatan berbahan stainless steel dan sistem kerja yang terstandar mempermudah pengawasan serta menjaga konsistensi mutu pengolahan.
“Dapur Sehat Latucip BERANI kami kelola dengan prinsip profesional. Standar peralatan dan kebersihan yang tinggi membantu memastikan proses produksi berjalan aman, efisien, dan sesuai ketentuan kesehatan,” jelasnya.
Pembaruan fasilitas ini juga dirasakan langsung oleh Warga Binaan yang bertugas sebagai tenaga pendamping dapur. Salah satu Warga Binaan berinisial AR mengungkapkan bahwa kondisi dapur kini lebih tertata dan nyaman untuk bekerja.
“Dengan peralatan yang baru dan bersih, kami bekerja lebih rapi dan aman. Proses memasak jadi lebih teratur, dan kami merasa ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan karena makanan ini untuk semua penghuni,” ujarnya.
Setiap hari, Dapur Sehat Latucip BERANI mengelola ribuan porsi makanan melalui proses yang diawasi ketat, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, hingga pendistribusian. Modernisasi sarana dan prasarana ini memperkuat sistem layanan pangan agar tetap higienis, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui peningkatan sarana dan prasarana dapur, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan komitmennya dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan sebagai hak dasar Warga Binaan. Langkah ini sejalan dengan nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel) serta mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Tahun 2026.( Ragil).
















