Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Cipinang, Irdiansyah Rana, menjelaskan bahwa produk CNC Craft secara aktif dipromosikan melalui berbagai pameran dan kerja sama lintas sektor.
“Kami aktif memamerkan hasil karya Warga Binaan dalam berbagai ajang, seperti IPPAFest, pameran di SMESCO, serta pameran lokal melalui kerja sama dengan Suku Dinas PPKUKM Kota Administrasi Jakarta Timur. Ini menjadi bagian dari strategi memperluas akses pasar dan mengenalkan kualitas produk Warga Binaan kepada masyarakat,” jelas Irdiansyah.
Salah satu Warga Binaan peserta CNC Craft, DK, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya pemahaman baru mengenai teknologi manufaktur. “Awalnya kami belajar dari dasar, lalu praktik langsung. Sekarang saya sudah lebih paham cara kerja mesin CNC dan bagaimana menghasilkan produk yang rapi dan presisi,” ujarnya.
Melalui pengembangan CNC Craft, Lapas Cipinang menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan kemandirian berbasis teknologi yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan. Program ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pemasaran produk hasil karya Warga Binaan melalui koperasi serta dukungan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.( Ragil).





















