Pada kesempatan yang sama, Sumaryo juga berharap, nilai-nilai keteladanan, kesabaran, dan akhlak mulia Rasulullah SAW dapat diterapkan oleh para Warga Binaan, sehingga menjadi bekal positif dan semangat perubahan agar mereka menjadi individu yang lebih baik saat kembali ke masyarakat kelak.
Puncak acara peringatan Maulid Nabi 1448 H ini diisi dengan tausiah agama dan zikir bersama yang dipimpin oleh Al Ustadz K.H. Syahroni, S.Ag., selaku Pimpinan Majelis Dzikir Al-Khodhiriyah. Dalam tausiahnya, K.H. Syahroni menyentuh hati para jemaah dengan menekankan bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka luas bagi siapa saja yang mau bertaubat, sebagaimana kasih sayang yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu bukti nyata komitmen Rutan Kelas I Jakarta Pusat dalam menjalankan fungsi pembinaan kepribadian. Melalui program-program keagamaan di Masjid At-Taubah dan Pesantren At-Tawwabin, diharapkan para Warga Binaan mendapatkan bekal keimanan yang kuat sebagai fondasi untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang taat hukum dan berakhlak mulia.( Ragil).

















