Pelaksanaan operasi katarak turut ditinjau langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan penting dalam memperluas manfaat pelayanan Pemasyarakatan, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat.
“Pemasyarakatan harus hadir memberikan manfaat. Hari ini kita melihat pelayanan kesehatan tidak berhenti pada skrining, tetapi berlanjut hingga tindakan medis bagi mereka yang membutuhkan. Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat agar manfaat Pemasyarakatan semakin dirasakan masyarakat,” ujar Mashudi.
Manfaat program tersebut turut dirasakan Samsudin, warga Kelurahan Cipinang Besar Utara, yang memperoleh akses pemeriksaan hingga tindakan operasi katarak. Ia mengaku pelayanan tersebut sangat membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan mata.
“Alhamdulillah, saya sangat terbantu. Dari pemeriksaan sampai mendapat kesempatan menjalani operasi semuanya dilayani dengan baik. Terima kasih kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta semua pihak yang sudah membantu masyarakat seperti kami,” tutupnya.
Rangkaian bakti kesehatan terlaksana melalui kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Kementerian Kesehatan, Indosiar, CSR Emtek Media, Rumah Sakit EMC Pulomas, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia, serta tenaga medis dan relawan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar Unit Pelaksana Teknis Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Melalui konsolidasi antar-UPT dan kolaborasi lintas sektor, Kanwil Ditjenpas DK Jakarta memaknai momentum kemerdekaan dengan menghadirkan pelayanan yang berdampak nyata, memastikan hak kesehatan Warga Binaan terpenuhi sekaligus memperluas manfaat Pemasyarakatan bagi masyarakat.( Ragil).


















