Kepala Lapas Kendal, Ary Nirwanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan keberlanjutan. “Kegiatan pembuatan ember tumpuk ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis kepada warga binaan, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami juga mengapresiasi kontribusi positif dari peserta magang Hub Kemenaker yang telah memberikan ide inovatif dan bermanfaat bagi pengembangan program pembinaan di Lapas,” ujar Ary. Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan arah kebijakan pemasyarakatan yang menekankan pembinaan produktif, sekaligus mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di lingkungan Lapas.
Salah satu warga binaan, Rio mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat dan memotivasi.
“Saya baru mengetahui bahwa sisa makanan bisa diolah menjadi pupuk cair yang berguna untuk tanaman. Kegiatan ini menambah ilmu dan membuat kami lebih semangat karena merasa bisa menghasilkan sesuatu yang positif,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kendal berharap dapat terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang inovatif, edukatif, dan berkelanjutan, dengan melibatkan kolaborasi berbagai pihak, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan serta mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang produktif dan berdaya guna.( Ragil).
















