KOMPASNEWS,KENDAL – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal terus berkomitmen mendukung program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan melalui inovasi pemanfaatan limbah organik. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembuatan ember tumpuk sebagai media produksi pupuk organik cair yang dilaksanakan pada Kamis (22/01).
Menariknya, inovasi ember tumpuk ini berawal dari ide kreatif peserta magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang tengah melaksanakan kegiatan magang di Lapas Kendal. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan bersama petugas pembinaan dan diimplementasikan sebagai salah satu metode edukatif dalam program pembinaan kemandirian warga binaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif dan ramah lingkungan. Metode ember tumpuk dipilih karena praktis, ekonomis, dan mudah diterapkan. Media tersebut digunakan untuk mengolah sisa makanan dan bahan organik menjadi pupuk cair yang selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian dan hortikultura di lingkungan Lapas. Pelaksanaan kegiatan melibatkan partisipasi aktif warga binaan dengan pendampingan langsung dari petugas pembinaan. Materi yang diberikan mencakup pemahaman konsep pengelolaan limbah organik, teknik perakitan ember tumpuk, pemasangan saluran fermentasi, hingga proses perawatan dan pemanenan pupuk organik cair. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara praktik langsung agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata.
















