BPBD Pemalang terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Masyarakat diharapkan tidak mudah panik serta tetap mengandalkan informasi resmi dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, Masyarakat untuk tetap waspada, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, dan segera melapor apabila menemukan indikasi abu vulkanik di wilayah tempat tinggalnya.
Mengutip informasi dari seputar Pemalang, Berdasarkan pantauan aplikasi Windy Senin 7 September 2026 Pukul 05:15 WIB, terdeteksi sebaran Gas Sulfur Dioksida (SO2) masuk ke wilayah Kabupaten Pemalang.
Konsentrasi yang terpantau masih tipis/sangat rendah di kisaran 0-1 mg/m², sehingga belum masuk kategori berbahaya.
PVMBG mencatat penyebabnya adalah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang beberapa hari terakhir meningkat. Dengan adanya angin kencang Monsun Timur, gas vulkanik tersebut terbawa dan menyebar hingga ke wilayah Jawa Tengah.
Imbauan untuk sedulur Pemalang Jika tercium bau menyengat seperti belerang, segera tutup pintu jendela. Bagi yang punya riwayat asma, ISPA, dan lansia disarankan pakai masker saat di luar dan perbanyak minum air putih.
Tetap pantau info resmi dari PVMBG, BMKG, dan BPBD. Saat ini belum ada laporan dampak kesehatan di Pemalang diambil dari
sumber: http://Windycom ( Ragil ).


















