KOMPASNEWS, PEMALANG– – Abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan berpotensi memasuki wilayah Kabupaten Pemalang. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan laporan maupun temuan langsung dari warga terkait adanya paparan abu vulkanik di sejumlah wilayah Pemalang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang Agus Ikmalludin, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Untuk sementara belum ada temuan warga terkait abu vulkanik di wilayah Pemalang. Namun, masyarakat tetap kami imbau untuk waspada dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan,”ujar Kepala BPBD Pemalang,saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, pada Senin ( 7/9 ).
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi mengingat abu vulkanik dapat terbawa angin dan berpotensi mengganggu kualitas udara. Penggunaan masker dinilai penting, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas cukup tinggi di luar rumah.
BPBD kabupaten Pemalang akan terus update terbaru mengenai kondisi cuaca, akibat dampak letusan gunung anak Krakatau tersebut,
“Untuk kondisi pagi ini bergeser ke arah selatan,. Untuk saat ini belum ada temuan abu vulkanik dari masyarakat. Namun demikian, masyarakat tetap dihimbau untuk menggunakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan,Kita berusaha utk update,” ungkapnya.
Selain mengenakan masker, pihak BPBD menyarankan warga juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan adanya abu atau dampak lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas vulkanik.


















