KOMPANEWS,Jakarta – Puluhan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang ikuti kajian keislaman bertema “Hantarkan Hidayah dengan Syiar Belajar Al-Qur’an untuk Umat, yang digelar pada Rabu (24/12) di Aula Bina Insan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian rohani Islam yang bertujuan memperkuat nilai spiritual sekaligus menumbuhkan kesadaran awal perubahan perilaku Warga Binaan ke arah yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam proses pemasyarakatan karena menyentuh sisi terdalam kesadaran individu.
“Kegiatan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki makna besar. Pembinaan rohani menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk merenung, menyadari, dan menata kembali arah hidupnya. Dari kesadaran itulah proses perubahan yang sesungguhnya dapat dimulai,” ujar Wachid.
Kajian tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan komunitas Indonesia Bisa Baca Al-Qur’an (IBBQ). Ustadz Boni Salahudin selaku narasumber menekankan bahwa belajar Al-Qur’an tidak harus diawali dengan kemampuan yang sempurna, melainkan dengan niat yang tulus dan kemauan untuk terus belajar.























