“Belajar Al-Qur’an bukan tentang seberapa banyak ayat yang dibaca, tetapi bagaimana Al-Qur’an mulai hadir dalam keseharian. Dari langkah kecil yang konsisten, hidayah akan tumbuh dan membentuk akhlak yang lebih baik,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial AJ mengungkapkan bahwa kajian tersebut menjadi titik awal yang menggugah keinginannya untuk memperbaiki diri melalui Al-Qur’an. Meski baru pertama kali mengikuti kegiatan serupa, ia merasakan dorongan batin untuk memulai proses perubahan.
“Setelah mengikuti kajian ini, saya ingin belajar membaca Al-Qur’an dengan lebih baik. Kegiatannya sederhana, tetapi menyentuh dan membuat saya ingin berubah pelan-pelan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Cipinang berupaya menghadirkan proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada ketertiban, tetapi juga pada penguatan nilai spiritual dan moral. Upaya ini diharapkan menjadi bekal penting bagi Warga Binaan dalam menyiapkan diri kembali ke tengah masyarakat dengan kesadaran dan sikap hidup yang lebih positif. ( Ragil).





















