“Melalui panen raya ini, kami berupaya berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan dengan memberdayakan warga binaan melalui kegiatan produktif dan bernilai ekonomi. Selain menjadi bekal keterampilan, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa Lapas mampu menjadi bagian dari solusi atas tantangan nasional,” ujar Ary.
Budidaya ikan nila salin yang dikembangkan di kolam SAE ini merupakan pembinaan kemandirian di bidang perikanan. Proses pemeliharaan ikan nila ini dilakukan oleh warga binaan asimilasi yang telah mendapatkan pelatihan, mulai dari penebaran benih, pemberian pakan, hingga pengelolaan kualitas air.
Hasil panen sebanyak 1/2 ton kali ini, akan disalurkan melalui vendor bahan makanan (Bama) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pada Lapas Semarang dan UPT Pemasyarakatan di wilayah semarang raya.
Dengan terlaksananya panen raya ini, Lapas Kendal tidak hanya menunjukkan keberhasilan program pembinaan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan sebagai persiapan reintegrasi sosial yang lebih baik.( Ragil).



















