“Saya di luar bulan Ramadan,setiap hari ada usaha jual beli Ban dan Pelek di kota Semarang, untuk moment Ramadan sampai lebaran,saya gunakan untuk ikut usaha penukaran uang baru,” tutupnya.
Lapak penukaran uang baru di buka mulai jam 09.00 pagi , sampai jam 17.00 sore , bersama 5 orang teman nya, dalam satu Bos penukaran uang baru.
Transaksi bisa di lakukan di tempat atau juga melayani pesan antar ( Cod ) ,dengan mengambil jasa 10.000 dari setiap transaksi penukaran 100.000, artinya penjual jasa , mengambil keuntungan 10%, Kebanyakan warga memilih pecahan uang Rp.5000 an.
Ketika di tanya lebih lanjut , tentang diri nya sebagai tenaga penjual jasa,dia mendapat kan upah 3 % , dari total omzet penukaran dalam satu hari.
Anggun ( 25 ) seorang warga penukar uang baru,sengaja hari ini menukarkan uang 500.ribu , sengaja buat persiapan lebaran untuk Mecingi ( Pemalang ) mengasih hadiah uang , buat para keponakan ,sebagai hadiah lebaran.
Masih menurutnya , dirinya merasa terbantu dengan adanya jasa penukaran uang baru,sehingga tidak perlu lama antri di kantor Bank.( Ragil).

















