“Melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi, Warga Binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian, tetapi juga dibekali nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya,Pada Jum’at (26/6;).
Dalam kegiatan tersebut, para Warga Binaan terlihat aktif melakukan persiapan lahan dan penaburan benih pada bedengan yang telah dibuat. Tanaman gambas, pare, dan timun dipilih karena memiliki nilai produktivitas yang baik serta dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan makanan (bama) di lingkungan Lapas Kendal.
Selain menjadi sarana pembelajaran dan pemberdayaan WBP, hasil panen yang nantinya diperoleh diharapkan dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan dapur Lapas sehingga mampu meningkatkan kemandirian serta efisiensi pengelolaan bahan makanan.
Melalui optimalisasi lahan pertanian SAE, Lapas Kendal terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi Warga Binaan. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap ketahanan pangan nasional serta implementasi pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.( Ragil).





















