Pemilik warung Nasi Grombyang, Haji Waridin mengatakan, jika kuliner ini banyak diburu para pejabat maupun artis yang singgah di kota Pemalang.
“Dari mulai Presiden SBY, beberapa menteri sampai pejabat tinggi TNI maupun Polri ketika singgah di Pemalang, Nasi Grombyang menjadi pilihan mereka. Tak ketinggalan Artis seperti Kristina dan Narji juga mencicipi kuliner ini,” terangnya, Selasa ( 28/4 ).
Tidak hanya itu, ada persepsi lain yang menyebutkan bahwa nama grombyang sendiri diambil dari kuali besar tempat Nasi Grombyang sebelum disajikan.
Seperti layaknya warung-warung nasi pinggir jalan khas Jawa, warung Nasi Grombyang Haji Waridin ini juga bersih. Bila kebanyakan warung nasi sang koki ada di belakang ruang makan, namun di tempat ini pengunjung bisa melihat sang koki karena ada di pintu masuk.
Harga seporsi pada umumnya adalah Rp 15 ribu. Sate kerbau atau sapi sebagai pelengkapnya cukup Rp 5.000. Harga ini tidak tetap, artinya akan diperbarui seiring perkembangan waktu dan harga sembako. Biasanya Warung Nasi Grombyang Haji Waridin mulai melayani para pembelinya dari pukul 08.00 pagi sampai 09.00 malam. Buka setiap hari.
Sejarah Nasi Grombyang yang kemudian menjadi salah satu ikon kuliner Pemalang sebenarnya masih belum diketahui dengan jelas. Akan tetapi, menurut warga setempat, nasi grombyang sudah dikenal sejak era 1960-an.
Awalnya, para penjual Nasi Grombyang menjajakan dagangannya dengan berkeliling keluar masuk kampung. Seiring dengan semakin banyaknya orang yang ketagihan nikmatnya Nasi Grombyang, maka banyak warung yang bertaburan di beberapa sudut kota Pemalang. ( Ragil).















