Menu

Mode Gelap
Bunga Sakura | Didi & Friends Lagu Kanak-Kanak

Video

Menyambung Sanad Syattariyah: Romo Ali Hasyim Ungkap Titik Lebur Spiritual Cirebon, Deli, dan Aceh di Istana Maimoon

badge-check

Kunjungan yang penuh kehangatan tersebut menunjukkan Romo Ali Hasyim disambut di dalam Istana, di mana beliau terlihat mengenakan jas hitam dan kain songket, selaras dengan suasana Melayu yang kental.

Merasa “Keluarga di Tengah Keluarga”

Dalam pernyataannya, Romo Ali Hasyim menegaskan bahwa kunjungannya terasa lebih dari sekadar tamu kehormatan.

“Saya Romo Ali Hasyim merasa bukan sebagai tamu di Kesultanan Deli Istana Maimoon, tetapi merupakan keluarga di tengah-tengah keluarga,” ungkap beliau.

Perasaan tersebut, lanjutnya, didasari oleh adanya “melting point” atau titik lebur spiritual yang menghubungkan tiga pusat peradaban Islam di Nusantara.

Sanad Tarekat Syattariyah dari Cirebon ke Aceh

Romo Ali Hasyim menjelaskan bahwa jembatan penghubung spiritual tersebut adalah Tarekat Syattariyah. Beliau merujuk pada salah satu pusat Tarekat Syattariyah yang berada di Jawa Barat, yang memiliki kaitan sanad langsung dengan Sumatera.

“Cirebon, tepatnya di Muntuq Pesantren, itu ada Tarekat Syattariyah, yang di mana Tarekat Syattariyah ini sanadnya menyambung kepada Syekh Abdul Muhyi Pamijahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Romo Ali Hasyim menyebutkan bahwa sanad keilmuan Syekh Abdul Muhyi Pamijahan juga pernah menapak tilas hingga ke Aceh. Keterkaitan historis ini menegaskan Kesultanan Deli sebagai salah satu simpul penting dalam jejaring ulama Syattariyah di Nusantara, sebuah tarekat yang tersebar luas dari Minangkabau hingga Jawa.

Harapan Pelestarian Amalan Ulama Terdahulu

Romo Ali Hasyim berharap, warisan spiritual berupa ajaran dan amalan Tarekat Syattariyah yang pernah dianut dan diamalkan oleh pendahulu Kesultanan Deli masih terus dilanggengkan hingga kini.

“Mudah-mudahan di Kesultanan Deli ini, amalan-amalan, aurad-aurad Tarekat Syattariyah masih dilanggengkan hingga hari ini,” tutup beliau, menekankan pentingnya menjaga khazanah Islam Nusantara yang kaya.

Kunjungan yang berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025, ini menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan warisan spiritual dan budaya yang menguatkan identitas bangsa, di mana Istana Maimoon berdiri tegak sebagai simbol sejarah persatuan Islam di Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rutan Pemalang Tunjukan Komitmen Pelayanan dan Pembinaan, Marsda ( Purn ) Eding Sungkana Turun Langsung

11 September 2026 - 08:36 WIB

Karutan Jakpus Deklarasikan Perang Lawan Pungli dan HALINAR Lewat Pendekatan Humanis

24 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Outlet Miras HWG di Pantura Diduga Buka Sembunyi sembunyi Bikin Geram Warga,Tokoh Agama dan Anggota DPR-RI Rizal Bawazier

15 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Pelepasan kontingen Jamnas XII Tahun 2026 Dihadiri Karutan Pemalang

11 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Lapas Kendal Rayakan HUT RI ke 81 Dengan Aksi Nyata Gelar Baksos Untuk Masyarakat

10 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Most Popular News Nasional