Lebih lanjut, Menpora menegaskan bahwa hari ini tugas kita berbeda. kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. namun semangatnya tetap sama.
“Indonesia harus berdiri tegak, Indonesia tidak boleh kalah. kita hidup di zaman yang berat, dunia bergerak cepat. Namun kita tidak boleh takut karena kita harus percaya, di setiap kampung, di setiap kota, masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani,” ungkapnya.
Menpora juga menekankan bahwa Indonesia butuh pemuda yang patriotik, gigih dan empati yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata, yang tetap berdiri ketika badai datang.
Di akhir amanatnya, Irdam II/Sriwijaya mengutip ungkapan yang sering dinyatakan dan dicerminkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subiyanto.
“Jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal, kalian bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya,” Tuturnya tega.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Kodam II/Sriwijaya berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Mari kita jaga api perjuangan ini. mari kita buktikan bahwa bangsa indonesia adalah bangsa yang besar. Demi indonesia raya yang kuat, adil, makmur, dan disegani dunia.

















