Masih menurutnya, Disamping para siswa diberi materi lewat tampilan layar monitor, praktek nyata juga disajikan dalam bentuk kegiatan bazar, sehingga diharapkan teori dan praktek materi ko kurikulum dapat diserap dengan mudah oleh para siswa,
“Besok kita gelar bazar yang akan menyajikan dolanan dan tari khas Pemalang, karena itu bagian dari ko kurikuler guna
menguatkan kegiatan interaksi,
Jadi ada eksekusinya,
Kami berharap para siswa lebih mengenal budaya Pemalang baik itu dari cagar budayanya, makanannya serta tradisi dan jajananya, tidak hanya mengenal makanan saat ini saja tapi tahu makanan jaman dulu” tutupnya.
Sementara itu,Anggun Febriany siswa kelas IX ketika mengaku senang mengikuti program materi pelajaran ko kurikuler di luar kelas tersebut,
“Asik sistem belajarnya,tidak monoton di kelas,dan malah lebih gampang dimengerti,” ungkapnya sambil tersenyum.
Aksi nyata. Pembelajaran ini memperkuat literasi budaya dan karakter siswa melalui pengalaman langsung.
kegiatan ko kurikuler ini meliputi observasi sikap, hasil karya, refleksi tertulis, serta kemampuan presentasi dan kolaborasi. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menginternalisasi nilai budaya dalam tindakan nyata. ( Ragil)

















