“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena sejalan dengan komitmen Lapas Kendal dalam memberikan pembinaan yang komprehensif. Melalui penyuluhan ini, kami berharap warga binaan memiliki kemampuan mengelola stres dengan baik sehingga dapat menjalani masa pidana secara lebih positif, produktif, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat,” ujar Ary, pada Jum’at ( 19/6 ).
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan stres, faktor penyebab, dampak terhadap kesehatan fisik maupun mental, hingga strategi mengelola stres melalui pola pikir positif, relaksasi, dan pengendalian emosi. Pendekatan ini dinilai penting mengingat kemampuan mengelola stres berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis dan keberhasilan proses pembinaan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari sinergi berkelanjutan antara Lapas Kelas IIA Kendal dan UMKABA dalam mendukung pembinaan warga binaan melalui pendekatan edukatif. Sebelumnya, kedua institusi telah menjalin kerja sama dalam berbagai program pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan. kegiatan ini sudah berjalan sebanyak 3 kali rutin setiap seminggu sekali,
Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, Lapas Kelas IIA Kendal berharap program pembinaan yang mengintegrasikan aspek kesehatan, pendidikan, dan pengembangan karakter dapat terus diperluas, sehingga warga binaan memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.( Ragil).
















