Kalapas menyebut hasil produksi tempe dimanfaatkan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga binaan. Bekerjasama dengan vendor penyedia bahan makanan (Bama), Tempe tersebut diolah sebagai salah satu menu makanan di dapur Lapas, sehingga turut menunjang penyediaan gizi seimbang bagi seluruh warga binaan.
Selain untuk konsumsi internal, program ini juga membuka peluang pengembangan ke depan agar produk tempe dapat memiliki nilai ekonomis yang lebih, dengan melakukan penjualan keluar Lapas sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan pengalaman wirausaha dasar bagi warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya.
Melalui program produksi tempe, Lapas Kendal menegaskan komitmennya dalam mendukung UMKM dan ketahanan pangan sebagai implementasi 15 program aksi kementerian IMIPAS tahun 2026 melalui pembinaan yang berkelanjutan, bermanfaat, dan berorientasi pada kemandirian.( Ragil).
















