“Kesenian brendung ini biasanya diadakan sebagai sarana penolak bencana atau mendatangkan hujan,” Ujar Prakoso,Senin (26/1 ).
Dijelaskan oleh Prakoso, Bahwa kesenian brendung sendiri merupakan kesenian dalam bentuk boneka yang terbuat dari tempurung kelapa untuk bagian kepala boneka, sedangkan tubuh’ boneka terbuat dari bambu,
“Boneka di rias sedemikian rupa termasuk di kasih baju sehingga menyerupai wanita cantik lalu di tancapkan pada alas tampah atau penampi. Menurut si pembuat brendung, Boneka cantik tersebut di ibaratkan bidadari atau menurut istilah setempat disebut dengan Brendung,” jelasnya.
Dalam permainan brendung 4 atau 6 wanita di perbantukan sebagai pelantun (penyanyi ) sedangkan untuk yang memimpinnya di sebut sebagai Mlandang.
Tugas Mlandang memainkan boneka bidadari (brendung) sekaligus sebagai pemeran utama dalam pementasan lakon brendung tersebut. Sedangkan ada 4 orang lagi yang tugasnya memegang tali dari 4 sisi supaya boneka bidadari atau brendung tidak lepas. (Ragil)

















