KOMPASNEWS,PEMALANG – Suasana di komplek makam Mbah Kemis dan Mbah Kauman,,Desa Cibelok , kecamatan Taman, Pemalang, terasa berbeda pada Senin malam (22/6 ). Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Amal Bakti Cibelok atau ABC memadati area komplek pemakaman leluhur desa setempat,
Kegiatan ini merupakan wujud khidmat menyambut Tahun Baru Islam, sebuah momen refleksi yang mempertemukan generasi tua dan muda dalam ikatan tradisi yang sarat makna dengan mengenang dan menghormati jasa leluhur pendiri desa yang terletak di selatan kecamatan Taman tersebut.
Langkah demi langkah dipimpin oleh para sesepuh paguyuban. Mereka menyusuri jalan menuju pusara pendiri desa dan tokoh cikal bakal yang berjasa membuka lahan pemukiman ratusan tahun silam.
Di tengah rindangnya pepohonan kamboja, aroma wangi bunga berpadu syahdu dengan lantunan Surat Yasin dan tahlil yang menggema memecah keheningan malam.
Menurut penuturan ketua Paguyuban Amal Bakti Cibelok Ustadz Ar- Rahman acara nyekar kepada leluhur penyebar Agama Islam serta pendiri desa Cibelok, bukan semata hanya menebar bunga,akan tetapi lebih kepada penghormatan para leluhur, mengingat betapa beratnya merintis berdirinya suatu pemukiman,,hingga bisa menjadi maju dan sejahtera warga masyarakatnya.
“Nyekar leluhur saat Tahun Baru Islam atau suronan adalah bentuk penghormatan kita atas perjuangan para pendahulu, sekaligus menjadi pengingat bagi kita yang masih hidup tentang pentingnya menjaga warisan moral dan kerukunan desa,” tutur Ustad Ar- Rahman,

















