KOMPASNEWS, PEMALANG– Kuliner tradisional Tahu Gejrot Cirebon memiliki sejarah panjang seperti makanan khas lainnya, makanan ini berasal dari Desa Jatiseeng, kecamatan Ciledug, kabupaten Cirebon, Jawa Barat , Kudapan dengan rasa pedas ini,muncul tidak lepas dari pabrik tahu milik keturunan Tionghoa di Jatiseeng .
Di Pemalang Jawa tengah, tepatnya di depan sebuah super market alun – alun, ada pedagang tahu gejrot yang seharinya bisa menghabiskan ribuan biji tahu-tahu kecil sebagai bahan makanan super pedas ini.
Ribuan tahu tersebut di kemas dalam basket ( keranjang plastik) dimana per wadah plastik itu berisi 300 san tahu .
Pardi ( 46;) pedagang tahu gejrot yang berasal dari Kersana, kabupaten Brebes ini sudah berdagang kuliner pedas ini selama belasan tahun di sekitar Alun -alun Pemalang,Mulai merintis dengan omzet kecil, hingga sekarang bisa meraih omzet jutaan dalam sehari.
Mulai membuka lapak dagangnya di sebelah timur pos polisi alun – alun, dari jam 11 siang hingga malam, bahkan tak jarang masih sore pun dagangnya sudah ludes di serbu para pelanggannya .
Dengan awal mulai berdagang untuk satu porsi tahu gejrot seharga 3 ribu hingga sekarang, untuk satu porsi di hargai sampai 12 ribu untuk tiap porsi .

















