KOMPASNEWS, PEMALANG – Ratusan siswa kelas VIII
SMP Negeri 6 Pemalang Ikuti kegiatan Outing Class ke Daerah Istemewa Yogyakarta, ada beberapa titik yang menjadi daftar kunjungan para siswa seperti candi Prambanan,Lavatour dan Sono Budaya,
Menurut bagian kesiswaan sekolah setempat Komariyah Yuniati,merupakan salah satu metode pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa, sekaligus memberi pengetahuan untuk mengenal langsung potensi alam dan kekayaan wisata yang ada disana.
“Kegiatan outing class ini bisa menjadi sarana belajar yang menarik, di mana siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga langsung di lapangan dengan mengenal lebih dekat potensi wisata lokal yang ada di Jawa Tengah dan sekitar,” terang Yuni,pada Sabtu malam ( 31/1 ).
Ia menambahkan,Outing class bukan hanya sekadar kegiatan luar ruangan, tetapi juga sebuah metode untuk menanamkan rasa peduli, cinta lingkungan, dan kebanggaan terhadap daerah.
Outing class ini adalah upaya untuk membekali peserta didik dengan wawasan yang lebih luas serta membangun kecintaan terhadap alam dan budaya sekitar.
“Outing class bisa menjadi cara yang efektif dan menyenangkan untuk membangun kesadaran serta kepedulian siswa terhadap lingkungannya. Dengan begitu, mereka akan memiliki wawasan yang lebih luas serta rasa bangga terhadap daerahnya sendiri,” tambahnya.
Outing class bukan sekadar rekreasi, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka, di mana siswa diajak menjadikan alam dan sejarah sebagai “guru” kedua setelah di sekolah.
Perjalanan edukasi ini membawa siswa menyusuri berbagai destinasi ikonik yang memiliki nilai pembelajaran tinggi. Di Lava Tour Merapi, siswa belajar langsung tentang kekuatan geologi dan mitigasi bencana. Sementara di Candi Prambanan, mereka berdecak kagum mempelajari arsitektur kuno dan sejarah kejayaan bangsa.
Tak berhenti di situ, kunjungan ke Museum Sonobudoyo memberikan wawasan mendalam tentang literasi budaya Jawa. Sebagai penutup yang manis, para siswa diajak melihat langsung proses pembuatan Bakpia sebagai bentuk pengenalan ekonomi kreatif, sebelum akhirnya merasakan interaksi sosial di kawasan Malioboro.



















