KOMPASNEWS, Pemalang –
Polres Pemalang meluruskan isu tentang kasus seorang anak korban yang menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal saat melintas di jalan raya Desa Danasari, dimana setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh jajaran Satreskrim Polres Pemalang, ternyata anak korban mengalami luka-luka akibat terlibat aksi tawuran di jalan Pantura wilayah Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, (Sabtu, 1/11/2025) sore.
“Terkait informasi yang sempat beredar, diduga anak korban mengaku menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal, dikarenakan takut dengan orang tuanya bila diketahui terlibat tawuran,” kata Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana.
Kapolres Pemalang mengatakan, kasus tersebut sempat viral menyusul beredarnya cuplikan sebuah video seorang anak korban yang sedang dirawat di rumah sakit, dengan narasi menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal.
“Jadi informasi yang cukup viral tersebut tidak benar, dari hasil penyelidikan, diduga anak korban tersebut mengalami luka-luka akibat terlibat aksi tawuran dengan menggunakan senjata tajam (sajam),” kata Kapolres Pemalang.
Kapolres Pemalang mengatakan, kejadian tawuran bermula saat anak korban bersama 6 anak saksi lainnya berkumpul di rumah salah satu anak saksi di Kecamatan Taman, untuk mempersiapkan tawuran menggunakan sajam.
“Mereka berkumpul untuk mempersiapkan aksi tawuran, karena mendapatkan tantangan lewat grup media sosial dari sekelompok pelajar yang berasal dari salah satu sekolah di Kecamatan Petarukan,” kata Kapolres Pemalang.
Pada saat berkumpul tersebut, Kapolres Pemalang mengatakan, anak korban dibekali senjata tajam jenis celurit berwarna merah oleh salah satu anak saksi.
“Selanjutnya anak korban bersama 6 anak saksi lainnya mendatangi lokasi tawuran, sesuai kesepakatan dengan kelompok pelajar dari Petarukan,” kata Kapolres Pemalang.



















