KOMPASNEWS, Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai pusat inovasi dan penguatan kapasitas komunikasi publik Pemasyarakatan. Pada Jumat (31/10), Lapas Cipinang menggelar Sosialisasi Pedoman Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi (PASOPATI) yang diikuti oleh lebih dari 750 peserta, baik secara daring dari seluruh Indonesia maupun luring oleh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Daerah Khusus Jakarta.
PASOPATI merupakan pedoman strategis yang dirancang untuk memperkuat sistem komunikasi dalam menghadapi situasi krisis, khususnya ketika muncul isu sensitif di media sosial maupun media konvensional. Dalam paparannya, Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan pentingnya membangun komunikasi publik yang adaptif, tangguh, dan berorientasi pada kepercayaan publik.
“Di era digital, narasi bukan sekadar pelengkap, tetapi penentu persepsi. Kita harus mampu menyampaikan kebenaran dengan cara yang tepat, cepat, dan berdampak,” tegas Wachid.























