Menu

Mode Gelap
Bunga Sakura | Didi & Friends Lagu Kanak-Kanak

Bisnis

Profesi Wartawan Akan Dipertanggungjawabkan di Akhirat atas Kebenaran Informasinya

badge-check


 Oleh: Rendi, C.IJ. – Pimpinan Jurnalis & Wartawan Media Nasional KOMPASNEWS. Perbesar

Oleh: Rendi, C.IJ. – Pimpinan Jurnalis & Wartawan Media Nasional KOMPASNEWS.

KOMPASNEWS — Menjadi wartawan bukan sekadar pekerjaan mencari berita atau menulis laporan untuk memenuhi halaman media. Profesi wartawan sejatinya adalah amanah besar – sebuah tanggung jawab moral, sosial, bahkan spiritual. Karena di balik setiap kata yang tertulis, ada konsekuensi yang tidak hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah di akhirat kelak.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra’: 36)

Ayat ini menjadi pengingat kuat bagi siapa pun yang berprofesi sebagai penyampai informasi, khususnya wartawan. Setiap berita yang ditulis, setiap kata yang dipublikasikan, akan ditanya: Apakah itu benar? Apakah itu menimbulkan kebaikan atau justru fitnah?

BACA JUGA: Pangdam II/Sriwijaya Pastikan Keamanan Presiden RI dalam Kunjungan Kerja ke Bangka Belitung

Tugas Mulia, Tapi Penuh Ujian:

Wartawan sejatinya adalah “penjaga kebenaran” dan “penyampai nurani masyarakat.” Namun di era digital yang serba cepat dan penuh informasi hoaks, godaan untuk menulis tanpa verifikasi, membuat judul bombastis, atau menyebarkan berita demi klik dan popularitas sangat besar.

Padahal Rasulullah SAW telah memperingatkan:

“Cukuplah seseorang dianggap berdusta jika ia menceritakan setiap apa yang didengarnya.” (HR. Muslim).

BACA JUGA: Polsek Talang Kelapa Pantau Langsung Lahan Jagung Demi Dukung Ketahanan Pangan

Artinya, seorang wartawan sejati tidak boleh asal menulis, apalagi menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya. Setiap informasi harus diuji, ditelusuri sumbernya, dan disampaikan dengan niat tulus untuk menegakkan kebenaran.

Tinta Wartawan Adalah Amanah:

Tinta seorang wartawan bisa menjadi pahala yang mengalir, tetapi bisa pula menjadi dosa yang berat. Ketika tulisannya menyebarkan kebenaran, menenangkan masyarakat, atau menegakkan keadilan – maka setiap huruf akan menjadi saksi amal kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rizal Bawazier: Pemalang, Pekalongan dan Batang Harus Bersih Dari Outlet Miras Seperti Outlet HWG dan Lainnya

19 Juli 2026 - 23:14 WIB

Wartawan Harus Berilmu dan Beretika

27 Juni 2026 - 15:32 WIB

Silatnas dan Milad 2026 Perkuat Ukhuwah, Komitmen, dan Kompetensi Anggota AR Learning Center serta Suara Utama

23 Juni 2026 - 16:12 WIB

Wajah Baru Ekonomi Kerakyatan, Anggota DPR -RI Rizal Bawazier Desak RUU Perekonomian

20 Juni 2026 - 04:01 WIB

Rendi: Malam 1 Muharam Menjadi Momentum Hijrah Spiritual dan Kebangkitan Umat

15 Juni 2026 - 14:47 WIB

Most Popular News Bisnis