Gangguan Waktu Persalinan

by -2 views

Gangguan Waktu Persalinan

Persalinan dapat terjadi terlalu awal (sebelum usia kehamilan 37 minggu) atau dapat juga terlambat (setelah usia kehamilan 42 minggu). Akibatnya, kesehatan atau nyawa janin dapat berada dalam keadaan bahaya. Persalinan dapat terjadi lebih awal atau terlambat jika wanita hamil atau janin yang dikandungnya memiliki masalah kesehatan atau janin berada pada posisi yang abnormal.

Tidak lebih dari 10% wanita melahirkan pada tanggal yang telah diperkirakan (biasanya sekitar usia kehamilan 40 minggu). Sekitar 50% wanita melahirkan dalam waktu 1 minggu, dan hampir 90% wanita melahirkan dalam waktu 2 minggu sebelum atau sesudah tanggal perkiraan tersebut.

Lamanya kehamilan bisa sulit ditentukan karena tanggal pasti pembuahan seringkali tidak dapat ditentukan. Pemeriksaan ultrasonografi dapat membantu menentukan usia kehamilan pada awal kehamilan, tetapi kurang dapat diandalkan jika dilakukan pada pertengahan sampai akhir kehamilan.

Persalinan Prematur

Persalinan prematur adalah persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu.

Penyebab terjadinya persalinan prematur belum sepenuhnya diketahui. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat lebih mungkin untuk terjadi persalinan prematur, yaitu :

  • Ketuban pecah dini
  • Riwayat persalinan prematur sebelumnya
  • Infeksi genitalia, termasuk beberapa penyakit menular seksual
  • Infeksi pada ginjal atau selaput ketuban
  • Kelemahan pada leher rahim
  • Kehamilan ganda (kembar 2 atau lebih)
  • Kelainan pada plasenta, rahim, leher rahim, atau janin
  • Pernah mengalami perdarahan pada trimester kedua atau ketiga
  • Berat badan kurang dari 50 kg
  • Merokok atau memakai obat-obat terlarang
  • Trauma fisik
Karena bayi yang lahir prematur dapat memiliki masalah kesehatan yang serius, maka biasanya dokter mencoba untuk mencegah atau menghentikan persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 34 minggu. Persalinan prematur sulit untuk dihentikan. Jika terjadi perdarahan melalui vagina atau selaput ketuban telah pecah, maka seringkali membiarkan persalinan berlangsung adalah tindakan yang paling baik. Tetapi, jika tidak terjadi perdarahan dan selaput ketuban masih utuh, maka wanita hamil disarankan untuk beristirahat dan sedapat mungkin membatasi aktivitas. Ia dapat diberikan obat-obat yang dapat memperlambat persalinan. Tindakan ini seringkali dapat menunda persalinan untuk waktu singkat.

Obat-obat yang dapat memperlambat persalinan dapat berupa :

  • Magnesium sulfat. Obat ini seringkali diberikan melalui pembuluh darah untuk menghentikan kontraksi. Namun, jika dosisnya terlalu tinggi, obat ini dapat mempengaruhi detak jantung dan pernafasan.
  • Penghambat kanal kalsium (Ca channel blocker). Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Obat ini terkadang dapat menyebabkan sakit kepala dan tekanan darah rendah pada wanita.
  • Penghambat prostaglandin. Obat ini dapat mengurangi jumlah cairan ketuban untuk sementara waktu. Obat ini tidak digunakan setelah usia kehamilan 32 minggu karena obat ini dapat menyebabkan gangguan jantung pada janin.

Contoh sediaan dari leher rahim, vagina, dan anus dapat dikultur untuk melihat apakah terdapat infeksi tertentu yang dapat menyebabkan persalinan prematur. Antibiotik diberikan sampai didapatkan hasil kultur. Jika hasilnya negatif, maka pemberian antibiotik dapat dihentikan.

Jika leher rahim (serviks) telah mengalami pembukaan lebih dari 5 cm, maka persalinan biasanya dilanjutkan sampai bayi lahir. Jika persalinan prematur tidak dapat dihindari, maka diberikan kortikosteroid, misalnya betamethasone, untuk membantu pematangan paru-paru dan organ tubuh janin lebih cepat, serta mengurangi risiko yang dapat terjadi setelah persalinan, misalnya kesulitan bernafas atau gangguan lain yang terkait dengan prematuritas.

Kehamilan Lewat Waktu

Kehamilan lewat waktu (disebut juga kehamilan postterm) adalah kehamilan yang mencapai usia kehamilan 42 minggu atau lebih.

Kebanyakan kehamilan yang sedikit melewati usia kehamilan 41-42 minggu, tidak memiliki masalah apapun. Namun, jika lebih dari waktu itu, maka berbagai masalah dapat terjadi karena plasenta seringkali tidak dapat terus menyediakan nutrisi yang cukup untuk janin. Kondisi ini disebut post-matur.

Berbagai masalah yang dapat terjadi akibat kehamilan lewat waktu, antara lain persalinan yang sulit, kebutuhan untuk dilakukan operasi cesar, dan keluarnya mekonium (kotoran bayi yang pertama) sebelum dilahirkan. Mekonium terkadang dapat terhirup oleh bayi sebelum atau saat persalinan, sehingga membuat bayi kesulitan untuk bernafas segera setelah dilahirkan. Pada janin yang post-matur, jaringan lunak (seperti otot) dapat habis. Janin atau bayi baru lahir juga dapat kekurangan oksigen, atau meninggal.

Namun, untuk menentukan apakah usia kehamilan telah lewat dari 42 minggu tidak selalu mudah, karena saat terjadinya pembuhan tidak selalu dapat ditentukan secara pasti. Kadang saat pembuahan tidak dapat ditentukan karena siklus menstruasi yang tidak teratur. Untuk itu, pada awal kehamilan bisa dilakukan pemeriksaan USG untuk membantu menentukan usia kehamilan. Pemeriksaan USG selanjutnya dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 32 minggu (antara 18-22 minggu). Diameter kepala janin dapat diukur untuk membantu memastikan usia kehamilan.

Biasanya pada usia kehamilan 41 minggu dilakukan pemeriksaan kehamilan untuk mengevaluasi gerakan dan detak jantung janin, serta jumlah cairan ketuban, yang bisa sangat berkurang pada kehamilan lewat waktu. Pemeriksaan ultrasonografi dan alat pemantau jantung janin lainnya juga dapat digunakan untuk melihat kondisi janin dalam kandungan.Untuk memperkuat diagnosis postmaturitas, bisa dilakukanamniosentesis(pengambilan dan analisa cairan ketuban). Salah satu tanda dari postmaturitas adalah air ketuban yang berwarna kehijauan yang berasal darimekonium;menunjukkan bahwa terjadigawat janin.

Selama hasil pemeriksaan tidak menunjukkan tanda-tanda postmaturitas, maka kehamilan post-matur masih mungkin dilanjutkan. Tetapi jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tanda-tanda postmaturitas, maka segera dilakukan induksi persalinan dan bayi dilahirkan.Jika serviks belum dapat dilalui oleh janin, maka dilakukan operasi sesar.

Gangguan Waktu Persalinan

GEJALA

DIAGNOSA

PENGOBATAN

REFERENSI

– M, Julie S. Labor and Timing Problems. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

http://www.merckmanuals.com/home/womens_health_issues/complications_of_labor_and_delivery/

labor_and_timing_problems.html

– M, Julie S. Preterm Labor. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

http://www.merckmanuals.com/home/womens_health_issues/complications_of_labor_

and_delivery/preterm_labor.html

– M, Julie S. Postterm Pregnancy and Postmaturity. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

http://www.merckmanuals.com/home/womens_health_issues/complications_of_labor_and_delivery/

postterm_pregnancy_and_postmaturity.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.