Fibromyalgia (Fibromyositis)

by -5 views

Fibromyalgia (Fibromyositis)

Fibromyalgia, atau disebut juga Sindroma Nyeri Myofasial, Fibrositis, atau Fibromyositis, merupakan suatu gangguan yang ditandai oleh adanya nyeri dan kekakuan meluas pada jaringan lunak, termasuk otot, tendon (yang menghubungkan otot dengan tulang) dan ligamen (yang menghubungkan tulang dengan tulang lainnya), disertai oleh kelelahan, serta gangguan tidur, memori, dan mood. Para peneliti berpendapat bahwa fibromyalgia meningkatkan sensasi nyeri dengan cara mempengaruhi cara otak memproses sinyal nyeri.

Fibromyalgia kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Fibromyalgia biasanya terjadi pada wanita usia muda atau pertengahan, tetapi juga bisa terjadi pada pria, anak-anak, dan remaja.

Nyeri dan kekakuan (fibromyalgia) bisa timbul di seluruh tubuh atau terbatas pada daerah tertentu seperti yang terjadi pada sindroma nyeri myofasial. Fibromyalgia di seluruh tubuh lebih sering terjadi pada wanita. Pria lebih sering mengalami nyeri myofasial atau fibromyalgia di daerah tertentu, misalnya bahu.

Fibromyalgia tidak berbahaya atau mengancam nyawa, tetapi gejala yang menetap bisa sangat mengganggu.

PENYEBAB

Orang-orang dengan fibromyalgia tampaknya memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap rasa nyeri. Oleh sebab itu, daerah di otak yang memproses rasa nyeri mengartikan sensasi nyeri secara lebih hebat dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki fibromyalgia.

Penyebabnya tidak diketahui, tetapi kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu berupa :

  • Faktor genetik. Fibromyalgia cenderung diturunkan dalam keluarga. Mungkin terjadi mutasi genetik tertentu yang membuat seseorang lebih rentan untuk mengalami gangguan.
  • Infeksi. Beberapa penyakit tampaknya bisa memicu atau memperberat fibromyalgia.
  • Stress fisik atau mental, misalnya akibat cedera fisik, kurang tidur, paparan berulang terhadap udara dingin dan kelembaban, atau akibat depresi dan kecemasan.

Faktor risiko terjadinya fibromyalgia antara lain :

  • Jenis kelamin. Fibromyalgia lebih sering didiagnosa pada wanita dibandingkan pada pria. Hormon reproduksi wanita mungkin berperan dalam bagaimana wanita merasakan nyeri.
  • Riwayat keluarga. Seseorang lebih mungkin mengalami fibromyalgia jika ia memiliki anggota keluarga dengan fibromyalgia.
  • Penyakit rematik. Jika seseorang memiliki penyakit rematik, misalnya reumatoid artritis atau lupus, maka ia lebih mungkin mengalami fibromyalgia.

Fibromyalgia (Fibromyositis)

GEJALA

Sebagian besar orang merasa sakit, kaku, dan nyeri pada tubuhnya. Nyeri yang dirasakan pada fibromyalgia seringkali digambarkan sebagai nyeri tumpul yang menetap yang biasanya muncul dari otot. Gejala bisa dirasakan di seluruh tubuh. Jaringan lunak (otot, tendon, dan ligamen) tubuh di bagian manapun bisa terkena, tetapi terutama terjadi pada jaringan lunak leher, bahu, dada, iga, punggung bawah, paha, dan daerah-daerah di sekitar sendi tertentu. Pada kasus yang lebih jarang, nyeri dan kekakuan juga bisa terjadi pada tungkai bagian bawah, tangan, dan kaki. Untuk bisa dikatakan sebagai nyeri yang menyeluruh, nyeri harus terjadi pada kedua sisi tubuh, serta di bagian atas dan di bagian bawah pinggang.

Gejala-gejala bisa terjadi secara periodik (sebagai kekambuhan) atau paling sering dalam bentuk kronis. Nyeri bisa bersifat hebat dan biasanya memburuk jika terjadi kelelahan, ketegangan, atau setelah digunakan secara berlebihan. Saat terjadi kekambuhan, otot menjadi kencang, dan bisa terjadi kram otot.

Daerah tertentu pada otot bisa terasa nyeri saat ditekan. Daerah ini disebut sebagai titik nyeri. Lokasi titik nyeri biasanya berada di belakang kepala, diantara tulang belikat, atas bahu, bagian depan leher, dada bagian atas, siku bagian luar, pinggul bagian atas, pinggul bagian samping, atau lutut bagian dalam.

Titik Nyeri (Sumber : http://www.merckmanuals.com)

Banyak orang dengan fibromyalgia tidak dapat tidur dengan baik (bahkan saat bangun tidur, badan terasa lebih lelah), merasa cemas, depresi, serta kelelahan. Mereka juga bisa mengalami migrain atau sakit kepala, sistitis interstitial (sejenis peradangan kandung kemih yang menyebabkan rasa nyeri saat berkemih), dan irritable bowel syndrome(dengan kombinasi beberapa gejala seperti konstipasi, diare, rasa tidak enak pada perut, dan kembung).

Berbagai kondisi yang mungkin berkontribusi pada terjadinya fibromyalgia bisa membuat gejala-gejala semakin memburuk, misalnya stress, gangguan tidur (misalnya sleep apnea), cedera, paparan terhadap udara dingin atau kelembaban, serta kelelahan. Ketakutan akan gejala-gejala yang dialami menunjukkan suatu penyakit yang serius juga bisa membuat gejala-gejala semakin memburuk.

Fibromyalgia cenderung menjadi kronis, tetapi bisa membaik dengan sendirinya jika stress berkurang. Bahkan dengan terapi yang tepat, sebagian besar oang tetap memiliki gejala.

DIAGNOSA

Diagnosis didasarkan dari pola dan lokasi timbulnya nyeri. Beberapa bagian tubuh memiliki titik-titik nyeri. Titik nyeri ini dapat dideteksi dengan melakukan penekanan pada daerah-daerah tertentu di tubuh untuk menentukan apakah seseorang merasa nyeri pada titik tertentu atau tidak. Diagnosa fibromyalgia dapat dipastikan dengan ditemukannya sejumlah titik nyeri bersamaan dengan gejala-gejala yang khas, terutama nyeri menyeluruh yang dirasakan setidaknya selama 3 bulan.

Seringkali pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan lain yang menyebabkan timbulnya gejala, misalnya hipotiroidisme, polymyalgia reumatika, atau gangguan otot lainnya.

PENGOBATAN

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mebantu mengatasi fibromyalgia antara lain :

  • Mengurangi stress, misalnya dengan mengenali bahwa tidak ada penyakit serius yang mengancam nyawa yang mendasari terjadinya nyeri.
  • Lakukan peregangan pada otot-otot yang terkena secara teratur.
  • Lakukan olahraga untuk memperbaiki kebugaran fisik (misalnya aerobik) dan tingkatkan intensitasnya secara bertahap (misalnya treadmill, bersepeda, atau berenang).
  • Pemanasan atau pemijatan bagian yang terkena.
  • Cukup tidur. Memperbaiki pola tidur penting untuk dilakukan, misalnya dengan cara :
    • Menghindari kafein dan stimulan lain saat malam hari
    • Tidur di ruangan yang tenang, gelap, dengan tempat tidur yang nyaman
    • Jangan makan atau menonton TV di tempat tidur
    • Bisa diberikan obat penenang dosis kecil (misalnya anti-depresan trisiklik) atau relaksan otot untuk diminum sebelum tidur. Namun, obat-obat ini bisa memiliki efek samping, seperti mengantuk dan mulut kering, terutama pada orang tua. Untuk itu, pemberian obat-obat ini harus sesuai petunjuk dokter.
  • Bisa diberikan obat-obat untuk mengatasi nyeri, seperti tramadol atau acetaminophen. Aspirin dan obat anti-peradangan non-steroid (NSAID) biasanya tidak banyak membantu. Pregabalin (obat anti-kejang yang bisa digunakan untuk mengatasi nyeri) terkadang juga digunakan untuk fibromyalgia.
  • Adakalanya, obat anestesi lokal (seperti lidokain) bisa disuntikkan langsung ke daerah yang terasa nyeri, tetapi suntikan sebaiknya tidak digunakan secara berulang.

REFERENSI

– B, Joseph J. Fibromyalgia. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

http://www.merckmanuals.com/home/bone_joint_and_muscle_disorders/

muscle_bursa_and_tendon_disorders/fibromyalgia.html

– Mayo Clinic. Fibromyalgia. 2011. http://www.mayoclinic.com/health/fibromyalgia/DS00079

Leave a Reply

Your email address will not be published.