Depresi Setelah Melahirkan

by -3 views

Depresi Setelah Melahirkan

Depresi setelah melahirkan adalah perasaan sangat sedih dan berhubungan dengan gangguan psikologi setelah melahirkan.

Banyak wanita mengalami baby blues setelah melahirkan. Baby blues adalah perasaan sedih, tidak karuan, cemas, atau kewalahan setelah melahirkan. Penderita dapat menangis, kehilangan nafsu makan, atau sulit tidur. Gangguan ini seringkali hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari atau seminggu. Gejala-gejala yang ada tidak berat dan tidak membutuhkan terapi.

Gejala-gejala depresi setelah melahirkan terjadi lebih lama dan lebih berat. Penderita juga dapat merasa putus asa, tidak berguna, dan kehilangan rasa ketertarikan dengan bayinya. Dalam bentuk yang berat, penderita bahkan dapat memiliki pikiran untuk melukai diri sendiri atau bayinya. Pengobatan perlu segera diberikan untuk mengatasinya.

PENYEBAB

Depresi setelah melahirkan dapat terjadi kapan pun pada tahun pertama setelah melahirkan. Penyebabnya tidak diketahui. Perubahan fisik dan hormonal setelah melahirkan, serta stress akibat merawat bayi dapat berperan dalam terjadinya gangguan ini. Wanita yang pernah mengalami depresi sebelum kehamilan memilki risiko yang lebih tinggi. Untuk itu, wanita yang telah memiliki depresi sebelum hamil harus memberitahukan kepada dokter mengenai hal tersebut selama kehamilan.

Berbagai stress juga dapat mempengaruhi terjadinya depresi setelah melahirkan, misalnya stress karena memiliki bayi, stress akibat kesulitan saat persalinan, kurang tidur, dan merasa terasing. Kurangnya dukungan sosial dan pernikahan yang tidak harmonis juga meningkatkan kemungkinan untuk terjadinya depresi setelah melahirkan.

Depresi Setelah Melahirkan

GEJALA

Tanda dan gejala depresi setelah melahirkan bervariasi, tergantung dari jenisnya.

Gejala Baby Blues

Tanda dan gejala baby blues, yang hanya berlangsung selama beberapa hari sampai satu atau dua minggu setelah persalinan, dapat berupa : mood yang berubah-ubah, kecemasan, rasa sedih, mudah menangis, menurunnya konsentrasi, dan gangguan tidur.

Gejala-Gejala Depresi Setelah Melahirkan

Depresi setelah melahirkan dapat tampak seperti baby blues pada awalnya, tetapi tanda dan gejala yang ada lebih hebat dan berlangsung lebih lama, bahkan dapat mengganggu kemampuan penderita untuk merawat bayinya dan untuk mengerjakan tugas sehari-hari.

Gejala-gejala depresi setelah melahirkan dapat berupa :

  • hilang nafsu makan
  • sulit tidur
  • sangat iritabel dan mudah marah
  • mengalami kelelahan yang sangat
  • hilang ketertarikan untuk berhubungan seksual
  • tidak ada kesenangan dalam hidup
  • adanya perasaan malu atau bersalah
  • mood yang mudah berubah
  • kesulitan untuk menjalin ikatan dengan bayinya
  • menarik diri dari keluarga dan teman
  • adanya pikiran untuk melukai diri sendiri atau bayi

Depresi setelah melahirkan yang tidak diobati dapat membuat gangguan berlangsung lebih lama.

Psikosis Setelah Melahirkan

Psikosis setelah melahirkan adalah kondisi yang jarang terjadi, biasanya muncul dalam waktu satu atau dua minggu setelah melahirkan. Tanda dan gejala psikosis setelah melahirkan bahkan dapat lebih berat, yaitu berupa :

  • Kebingungan dan disorientasi
  • Halusinasi dan delusi
  • Paranoia
  • Adanya usaha untuk melukai diri sendiri atau bayinya

DIAGNOSA

Berdasarkan The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), Depresi setelah melahirkan didiagnosa jika tanda dan gejala depresi mayor paling tidak telah terjadi selama 4 minggu setelah melahirkan. Tanda dan gejala depresi mayor dapat berupa :

  • Mood depresif hampir sepanjang hari, hampir setiap hari
  • Kurangnya rasa ketertarikan dan kesenangan untuk melakukan aktivitas yang biasanya dinikmati
  • Perubahan signifikan pada nafsu makan atau perubahan berat badan yang tidak diinginkan
  • Tidak dapat tidur (insomnia) atau tidur berlebihan (hipersomnia)
  • Gelisah atau gerakan menjadi lambat
  • Kelelahan atau hilang energi
  • Rasa tidak berguna
  • Kurangnya kemampuan untuk berpikir, berkonsentrasi, atau membuat keputusan
  • Berulang kali muncul pikiran-pikiran untuk mati atau bunuh diri

Untuk membedakan antarababy blues dan bentuk depresi yang lebih berat, maka penderita dapat diminta untuk mengisi kuesioner skrining depresi. Selain itu, dapat juga dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat apakah terdapat gangguan tiroid yang hipoaktif sehingga berkontribusi dalam munculnya tanda dan gejala depresi.

PENGOBATAN

Terapi dan waktu pemulihan bervariasi, tergantung dari seberapa berat depresi yang diderita dan kebutuhan individu.

Baby Blues

Baby blues biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari sampai satu atau dua minggu. Saat itu, istirahatlah sebanyak mungkin yang Anda bisa. Terimalah bantuan dari keluarga dan teman-teman. Berinteraksilah dengan orang lain yang juga baru menjadi ibu. Hidari alkohol, yang dapat membuat perubahan mood menjadi lebih buruk. Jika Anda memiliki tiroid yang hipoaktif, maka dapat juga diberikan pengobatan tiroid.

Depresi Setelah Melahirkan

Depresi setelah melahirkan seringkali diatasi dengan konseling dan pengobatan.

  • Konseling, dapat dilakukan dengan seorang psikiatrist, psikologist, atau ahli dalam bidang kesehatan mental lainnya untuk menemukan cara yang baik sehingga dapat mengatasi perasaan dan mengatasi masalah yang ada. Terkadang, terapi dengan keluarga atau pasangan juga dapat membantu.
  • Obat anti-depresan, dapat diberikan untuk mengatasi depresi setelah melahirkan. Namun, jika sedang menyusui, harus diketahui bahwa setiap obat yang diminum dapat ikut keluar melalui air susu ibu. Untuk itu, perlu dipilih obat-obat yang memiliki risiko efek samping yang kecil untuk bayi.
  • Terapi hormon. Terapi estrogen dapat membantu mengatasi turunnya kadar estrogen setelah melahirkan, yang mungkin dapat meredakan tanda dan gejala depresi setelah melahirkan pada beberapa wanita.

Dengan penanganan yang tepat, depresi setelah melahirkan biasanya akan hilang dalam waktu beberapa bulan. Pada beberapa kasus, depresi setelah melahirkan dapat berlangsung lebih lama. Untuk itu, pengobatan penting untuk tetap dilanjutkan meskipun penderita mulai merasa membaik, karena penghentian pengobatan yang terlalu cepat dapat menyebabkan terjadinya kekambuhan.

Psikosis Setelah Melahirkan

Psikosis setelah melahirkan membutuhkan terapi yang segera dan seringkali di rumah sakit. Kombinasi berbagai obat, seperti obat anti-depresan, obat anti-psikosis, dan obat untuk menstabilkan mood dapat digunakan untuk mengendalikan tanda dan gejala yang ada. Terkadang diperlukan terapi elektrokonvulsif untuk menghasilkan gelombang otak yang mirip dengan gelombang otak saat kejang. Perubahan kimia yang dipicu oleh arus listrik dapat mengurangi gejala-gejala depresi, terutama jika terapi lainnya telah gagal atau jika diperlukan hasil yang cepat. Selain itu semua, tetap diperlukan dukungan dari anggota keluarga dan teman-teman.

PENCEGAHAN

Jika Anda memiliki riwayat depresi – terutama depresi pascamelahirkan – katakan ke dokter segera setelah Anda mengetahui bahwa Anda hamil. Dokter akan memantau dengan cermat akan adanya tanda dan gejala depresi. Kadang-kadang depresi ringan dapat dikelola dengan melakukan dukungan kelompok, konseling atau terapi lain. Dalam kasus lain, dianjurkan pemberian antidepresan, bahkan selama kehamilan.

Setelah bayi Anda lahir, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan postpartum dini untuk skrining tanda dan gejala depresi setelah melahirkan. Jika Anda memiliki riwayat depresi setelah melahirkan, dapat juga direkomendasikan untuk diberikan pengobatan antidepresan segera setelah melahirkan

REFERENSI

– Departement of Health and Human Services Office on Women’s Health. Postpartum

Depression. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/postpartumdepression.html

– Mayo Clinic. Postpartum Depression. 2012.

http://www.mayoclinic.com/health/postpartum-depression/DS00546

Leave a Reply

Your email address will not be published.