Dakriosistitis (infeksi kantong air mata)

by -7 views

Dakriosistitis (infeksi kantong air mata)

Dakriosistitis adalah suatu infeksi pada kantong air mata (sakus lakrimalis). Kantong air mata merupakan suatu ruang kecil tempat air mata dialirkan.

Sumber :http://www.eyesurgery.com.au

PENYEBAB

Dakriosistitis biasanya terjadi akibat penyumbatan pada duktus nasolakrimalis (saluran yang mengalirkan air mata ke hidung).

Dakriosistitis (infeksi kantong air mata)

GEJALA

Dakriosistitis dapat terjadi tiba-tiba (akut) atau untuk waktu lama (kronis). Pada infeksi akut, daerah di sekitar kantong air mata terasa nyeri, berwarna merah, dan membengkak. Daerah di sekitar mata menjadi merah dan mata berair, serta bisa mengeluarkan nanah. Penekanan ringan pada kantong air mata dapat mendorong cairan kental atau nanah keluar dari punktum lakrimal, yaitu lubang pada sudut mata kelopak mata bagian dalam di dekat hidung.

Umumnya infeksi yang terjadi ringan. Tetapi terkadang, dapat terjadi infeksi berat dan menyebabkan timbulnya demam. Kumpulan nanah dapat terbentuk dan pecah melalui kulit.

Infeksi berulang bisa menyebabkan penebalan dan kemerahan diatas kantong air mata. Jika infeksi ringan atau infeksi berulang berlangsung lama maka sebagian besar gejala mungkin dapat menghilang, tetapi pembengkakan ringan bisa menetap. Kadang infeksi menyebabkan tertahannya air mata di dalam kantong air mata sehingga terbentuk kantong yang berisi cairan (mukokel) di bawah kulit.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN

Infeksi akut biasanya diobati dengan antibiotik per-oral (melalui mulut). Jika terdapat demam atau infeksi berat, maka mungkin diperlukan antibiotika secaraintravena (melalui pembuluh darah). Pemberian kompres hangat pada daerah yang terkena beberapa kali dalam sehari juga dapat membantu. Jika terbentuk abses, maka perlu dilakukan pembedahan untuk membuka dan membuang nanahnya. Pembedahan untuk membuat saluran baru (bypass) terkadang dianjurkan setelah infeksi akut mereda. Tindakan ini dilakukan untuk mengatasi sumbatan yang ada (dacryocystorhinostomy-DCR), sehingga infeksi tidak berulang kembali. DCR juga merupakan terapi utama untuk dakriosistitis kronis.

REFERENSI

– G, James. Dacryocystitis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

http://www.merckmanuals.com/home/eye_disorders/eyelid_and_tearing_disorders/dacryocystitis.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.