CT Scan Struktur-Struktur di Sekitar Mata (Orbita)

by -0 views

CT Scan Struktur-Struktur di Sekitar Mata (Orbita)

Pemeriksaan CT (Computed Tomography) scan struktur-struktur di sekitar mata menghasilkan gambaran 3 dimensi dari struktur-struktur di sekitar mata, khususnya otot-otot penggerak bola mata dan saraf-saraf optik. CT scan dapat membantu untuk mengidentifikasikan abnormalitas lebih dini dan lebih akurat dari teknik-teknik lainnya, seperti sinar-X.

CT scan struktur-struktur di sekitar mata juga disebut CT scan orbita. Yang dimaksud dengan orbit adalah struktur tulang yang menyangga bola mata.Komputer akan menghasilkan citra irisan yang menggambarkan ukuran dan posisi struktur di sekitar mata dan hubungannya satu dengan yang lain. Pada kasus-kasus tertentu, diberikan cairan khusus yang disebut cairan kontras untuk memperjelas citra yang dihasilkan.

Mengapa pemeriksaan CT Scan orbita dilakukan?
CT scan orbita dapat dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Untuk meneliti anatomi mata dan struktur-struktur di sekitarnya.
  2. Untuk mengevaluasi kelainan-kelainan dari orbit dan mata khususnya perluasan kerusakan jaringan dan destruksi sel.
  3. Untuk mengevaluasi kelainan-kelainan dari orbital dan mata khususnya perluasan kerusakan jaringan dan destruksi sel.
  4. Untuk mengevaluasi fraktur (patah tulang) orbita dan struktur-struktur di sampingnya.
  5. Untuk menentukan penyebab suatu kondisi yang disebut exophtalmus, yang merupakan tonjolan abnormal bola mata.
  6. Untuk membantu diagnosa kelainan yang berhubungan dengan otak yang berpengaruh pada fungsi pandangan.
  7. Untuk mengevaluasi kondisi-kondisi khusus dimana diduga adanya kelainan sirkulasi.

Apa yang perlu Anda ketahui sebelum pemeriksaan CT Scan orbita?

  1. Jika pemeriksaan CT scan orbita tidak menggunakan cairan kontras, maka Anda tidak perlu membatasi makan dan minum sebelum tes dilakukan. Namun jika pemeriksaan memerlukan cairan kontras, maka Anda perlu puasa makan dan minum minimal 4 jam sebelum tes dilakukan.
  2. Petugas medis akan menjelaskan bagaimana serangkaian sinar-X akan disinarkan pada bagian kepala Anda untuk membuat pencitraan struktur-struktur di sekitar mata. Selama pemeriksaan sebuah scanner akan mengitari kepala Anda dan membuat suara-suara dan hentakan.
  3. Pemeriksaan CT scan orbita tidak menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan ini membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit.
  4. Jika menggunakan cairan kontras, maka sebelumnya Anda akan diberitahu bahwa setelah cairan kontras disuntikkan Anda mungkin akan merasa hangat, kemerahan pada tubuh, sakit kepala singkat, rasa asin, atau mual. Reaksi-reaksi ini normal terjadi setelah penyuntikkan cairan kontras.
  5. Sebelum pemeriksaan dilakukan, Anda akan diminta untuk menandatangani pernyataan persetujuan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan orbita.
  6. Riwayat kesehatan Anda akan ditanyakan, apakah terdapat riwayat reaksi tubuh atau alergi terhadap yodium, kerang-kerangan atau cairan kontras sebelumnya.
  7. Sebelum pemeriksaan, Anda akan diminta untuk menanggalkan perhiasan, jepit rambut, atau benda-benda logam lain pada daerah yang akan disinari sinar-X untuk mendapatkan citra yang presisi.
  8. Ginjal membantu menyaring yodium dan dikeluarkan dari tubuh. Jika terdapat penyakit ginjal, maka fungsi ginjal harus dilihat dan diawasi sebelum dan sesudah pemeriksaan. Hal ini berlaku untuk CT scan yang menggunakan cairan kontras, karena cairan kontras mengandung yodium.
  9. Untuk CT scan orbita dengan cairan kontras, penderita diabetes yang menggunakan metformin (Glucophage) harus lebih hati-hati dan konsumsi metformin harus dihentikan selama 48 jam setelah pemeriksaan dilakukan.

Apa yang terjadi selama pemeriksaan CT Scan orbita?

  1. Anda akan berbaring di atas meja pemeriksaan dengan kepala terfiksasi. Selama pemeriksaan berlangsung, Anda diminta untuk berbaring setenang mungkin.
  2. Meja pemeriksaan akan bergerak menuju scanner, yang akan mengelilingi kepala Anda dan menyinarkan sinar-X.
  3. Pencitraan struktur-struktur di sekitar orbita akan ditampilkan pada layar komputer. Pencitraan ini dapat dicetak bila dibutuhkan.
  4. Setelah didapatkan beberapa citra, cairan kontras disuntikkan dan dilakukan scanning selanjutnya.

Apa yang terjadi setelah CT scan orbita?

  1. Jika pemeriksaan CT scan menggunakan cairan kontras, maka akan diamati apakah terdapat reaksi tubuh terhadap cairan kontras yang diberikan, seperti sakit kepala, mual dan ingin muntah.
  2. Anda dapat melanjutkan kembali pola makan sehari-hari.

Apakah pemeriksaan CT scan orbita berisiko?
Penggunaaan cairan kontras tidak direkomendasikan untuk orang-orang yang diketahui alergi terhadap yodium, kerang-kerangan atau cairan kontras pada pemeriksaan medis lain sebelumnya.

Apa yang dimaksud dengan hasil yang normal?

Struktur-struktur di sekitar mata akan dievaluasi bentuk, ukuran dan posisinya oleh dokter ahli radiologi.

Apa yang dimaksud dengan hasil abnormal?
CT scan orbita dapat membantu mengidentifikasi kerusakan jaringan, penyebab pembesaran orbita, lekukan dinding orbita, atau destruksi tulang. CT scan orbita juga dapat membantu menentukan jenis lesi, termasuk di dalamnya beberapa tumor dan pembesaran saluran optik. Pada evaluasi fraktur (patah tulang) di sekitar mata, CT scan orbita dapat memberikan pencitraan 3 dimensi yang lengkap dari struktur yang terkena. CT scan dengan cairan kontras dapat memberikan informasi tentang sirkulasi darah pada struktur mata.

CT Scan Struktur-Struktur di Sekitar Mata (Orbita)

GEJALA

DIAGNOSA

PENGOBATAN

REFERENSI

– L, Jason. Orbit CT Scan. Medline Plus. 2013.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003785.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.