Croup

by -2 views

Croup

Croup (laringotrakeobronkitis) adalah peradangan pada saluran nafas, yaitu trakea dan laring, yang disebabkan oleh infeksi virus yang menular, sehingga menyebabkan batuk, stridor, dan terkadang kesulitan untuk menarik nafas.

PENYEBAB

Croup disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan pada permukaan jalan nafas, terutama daerah di bawah laring, sehingga jalan nafas menjadi menyempit. Penyebab paling sering adalah virus para-influenza. Selain itu croup juga dapat disebabkan oleh virus lain, seperti respiratory syncytial virus (RSV) atau virus influenza.

croup illustration

Sumber : http://kidshealth.org

Meskipun croup paling sering terjadi pada musim gugur dan musim dingin, tetapi croup dapat terjadi sepanjang tahun.

Croup terutama mengenai anak-anak berusia 6 bulan sampai 3 tahun, tetapi adakalanya dapat juga mengenai anak yang lebih kecil atau lebih tua.

Croup yang disebabkan oleh virus influenza bisa sangat parah dan dapat terjadi pada rentang usia yang lebih luas pada anak-anak. Infeksi biasanya menyebar melalui percikan air ludah yang mengandung virus atau kontak benda-benda yang terkontaminasi air ludah penderita.

Kebanyakan anak hanya mengalami satu kali serangan croup, tetapi beberapa anak dapat mengalami serangan croup berulang akibat infeksi virus dengan keparahan dan kekambuhan yang semakin berkurang.

Croup

GEJALA

Croup biasanya diawali dengan gejala-gejala yang menyerupai flu, yaitu hidung berair, bersin-bersin, demam ringan, dan terkadang batuk. Kemudian suara anak menjadi serak dan sering batuk dengan suara yang tidak biasa, keras atau seperti meyalak. Gejala croup bervariasi dari tingkat keparahannya.

Terkadang pembengkakan saluran nafas menyebabkan anak kesulitan untuk bernafas, paling jelas terlihat saat anak menarik nafas. Pada croup yang berat, dapat terdengar bunyi stridor (suara pernafasan yang bernada tinggi) setiap kali anak menarik nafas.

Sekitar 50% anak dengan croup mengalami demam. Semua gejala biasanya lebih berat saat malam hari dan dapat membuat anak terbangun dari tidur. Kondisi anak biasanya membaik saat pagi hari, tetapi kembali memburuk pada malam hari.

Croup biasanya dapat dikenali dari gejala-gejalanya yang khas, terutama dari suara batuk yang ada. Gejala paling berat biasanya terjadi selama 3-5 hari, dan batuk tetap ada tetapi menjadi lebih longgar.

Gejala lain yang mungkin ditemukan:
sianosis (warna kulit menjadi kebiruan karena kekurangan oksigen)
retraksi interkostal (meningkatnya pemakaian otot-otot leher dan dada sebagai usaha untuk bernafas).

DIAGNOSA

Croup biasanya dapat dikenali dari gejala-gejala yang khas, yaitu adanya batuk yang kencang, seperti menyalak, dan stridor. Selain itu perlu diketahui juga apakah anak tersebut mengalami demam, hidung berair dan tersumbat, serta riwayat croup atau gangguan saluran nafas bagian atas sebelumnya. Hasil pemeriksaan fisik dapat menunjukkan adanya retraksi interkostal pada saat anak menghirup nafas.

Foto rontgen sinar-x leher dan dada membantu dokter untuk membuat diagnosa pasti.

  Figure 2.

Sumber : http://radiology.rsna.org

PENGOBATAN

Jika seorang anak mengalami batuk yang mirip dengan gejala croup, maka anak tersebut harus segera dibawa ke dokter karena croup bisa cepat sekali memberat.

Umumnya, jika penyakitnya ringan, anak dengan croup dapat dirawat di rumah dan biasanya membaik dalam waktu 3-4 hari. Anak ini perlu dibuat senyaman mungkin, istirahat, dan diberikan air yang cukup karena kelelahan dan menangis akan memperberat kondisinya. Di rumah bisa digunakan humidifier untuk melembabkan udara, sehingga mengurangi kekeringan pada jalan nafas bagian atas dan meringankan pernafasan. Kelembaban juga bisa ditingkatkan dengan pemberian uap air panas.

Untuk penyakit yang lebih berat, dapat diberikan kortikosteroid dosis tunggal untuk mencegah gejala-gejala memburuk. Anak-anak dengan croup yang berlanjut harus segera memeriksakan diri ke dokter dan biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Anak-anak yang mengalami kesulitan bernafas, sesak, detak jantung meningkat, lelah, atau kulit berwarna kebiruan perlu diberikan oksigen dan cairan melalui pembuluh darah (infus). Pembengkakan jalan nafas biasanya dapat dibantu diatasi dengan pemberian kortikosteroid dan nebulizer. Anak-anak yang membaik dengan terapi ini dapat pulang ke rumah. Namun, anak-anak dengan sakit yang berat harus tetap dirawat di rumah sakit. Antibiotik hanya digunakan jika terjadi infeksi bakteri. Pada kasus yang jarang, pernafasan bisa dibantu dengan alat bantu nafas (ventilator). Untungnya, sebagian besar anak dengan croup dapat pulih sepenuhnya.

PENCEGAHAN

Sering mencuci tangan dan menghindari kontak dengan orang-orang yang terkena infeksi saluran nafas adalah cara yang paling baik untuk mencegah penyebaran virus penyebab croup.

REFERENSI

– K, Anand D.; M, John T. Croup. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

http://www.merckmanuals.com/home/childrens_health_issues/respiratory_disorders_in_

children/croup.html?qt=croup&alt=sh

– Kamus Kesehatan. http://kamuskesehatan.com/arti/stridor/

– D, Yamini. Croup. KidsHealth. 2012.

http://kidshealth.org/parent/infections/lung/croup.html#

Leave a Reply

Your email address will not be published.