Cedera Telinga

by -7 views

Cedera Telinga

Sejumlah cedera bisa bisa terjadi pada telinga bagian luar, misalnya akibat trauma tumpul atau trauma tajam. Telinga rentan mengalami robekan karena kurang terlindungi dibandingkan anggota tubuh lainnya.

PENYEBAB

Cedera pada telinga bagian luar bisa disebabkan oleh :

  • Trauma tumpul pada telinga, misalnya pukulan pada telinga atau kepala, terjatuh, kecelakaan mobil, dan kecelakaan olahraga.
  • Trauma tajam pada telinga, misalnya karena terkena benda tajam atau gigitan.

Cedera Telinga

GEJALA

Cedera pada telinga luar (misalnya akibat pukulan tumpul) bisa menyebabkan memar diantara tulang rawan (kartilago) dan jaringan ikat di sekitarnya (perikondrium).Jika terjadi penimbunan darah di daerah tersebut, maka akan terjadi perubahan bentuk telinga bagian luar, dimana tampak membengkak dan berwarna ungu.

Darah yang tertimbun ini (hematoma) bisa menyebabkan terputusnya aliran darah ke tulang rawan telinga sehingga bagian tulang rawan tersebut mengalami kerusakan dan terjadi perubahan bentuk telinga. Kelainan bentuk telinga ini disebuttelinga bunga kol (cauliflower ear), yang sering ditemukan pada pegulat dan petinju.

Telinga yang mendapatkan trauma tajam bisa menyebabkan adanya robekan atau cabikan (avulsi) telinga.

Pukulan yang kuat pada rahang bisa menyebabkan patahnya tulang-tulang di sekitar saluran telinga dan mengubah bentuk saluran telinga, seringkali menyebabkan penyempitan. Perbaikan bentuk bisa dilakukan melalui pembedahan.

DIAGNOSA

Diagnosa didasarkan dari riwayat trauma yang terjadi dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN

Untuk membuang hematoma pada telinga, biasanya dilakukan pembedahan untuk mengangkat penimbunan darah yang ada. Setelah itu, luka diperban erat (biasanya selama 3-7 hari) untuk mencegah hematoma muncul kembali. Dengan cara ini, kulit dan perikondrium akan kembali ke posisi normal sehingga darah bisa kembali mencapai tulang rawan. Cedera ini rentan untuk mengalami infeksi, sehingga biasanya akan diberikan antibiotik sebagai pencegahan.

Robekan pada telinga perlu dibersihkan, kemudian dilakukan penjahitan pada kulit dan perban untuk melindungi daerah tersebut. Tulang rawan yang terpapar harus ditutupi dengan kulit (yang memberikan suplai darah untuknya) atau jika kulit yang tersisa tidak dapat menutupi tulang rawan yang terlihat, maka tulang rawan tersebut harus dibuang dari batas luka. Terkadang antibiotik bisa diberikan untuk mencegah infeksi, terutama jika cedera disebabkan oleh gigitan. Beberapa kasus membutuhkan bedah kosmetik setelah luka sembuh.

Telinga yang tercabik atau terlepas (avulsi) sebagian atau seluruhnya perlu ditangani oleh dokter bedah (biasanya yang memiliki keahlian di bidang operasi plastik atau gangguan telinga). Biasanya bagian telinga yang mengalami avulsi bisa dilekatkan kembali, tetapi operasi ini tidak selalu berhasil. Terkadang, digunakan tulang rawan (kartilago) dan kulit dari bagian tubuh lainnya atau kulit buatan untuk membentuk telinga yang baru.

REFERENSI

– M, Sam P. External Ear Trauma. The Merck Manual. 2013.

http://www.merckmanuals.com/professional/injuries_poisoning/facial_trauma

/external_ear_trauma.html

– M, Sam P. Ear Injury. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

http://www.merckmanuals.com/home/injuries_and_poisoning/facial_injuries/ear_injury.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.