Blastomikosis (Penyakit Gilchrist)

by -7 views

Blastomikosis (Penyakit Gilchrist)

Blastomikosis (Blastomikosis Amerika Utara, Penyakit Gilchrist) adalah infeksi yang disebabkan oleh Blastomyces dermatitidis. Blastomikosis terutama menyerang paru-paru, tetapi kadang menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

PENYEBAB

Penyebabnya adalah jamur Blastomyces dermatitidis.

Jamur hidup di tanah yang lembab dan paling sering pada tempat dimana terdapat kayu atau daun-daun yang membusuk. Jamur masuk ke dalam tubuh melalui paru-paru, yang merupakan dimulainya infeksi. Infeksi paru dapat terjadi setelah seseorang menghirup udara yang mengandung spora jamur. Jamur kemudian dapat menyebar ke bagian lain tubuh, seperti kulit, tulang, sendi, dan bagian tubuh lainnya. Penyakit ini sering terjadi di daerah Amerika Serikat, di daerah perbukitan Sungai Mississippi, dan juga di Afrika. Penyakit ini paling sering mengenai pria yang berusia 20-40 tahun. Tetapi, tidak seperti infeksi jamur pada umumnya, blastomikosis tidak lebih sering ditemukan pada orang-orang dengan AIDS.

Blastomikosis (Penyakit Gilchrist)

GEJALA

Blastomikosis paru-paru dimulai secara bertahap dengan timbulnya demam, menggigil dan berkeringat banyak. Kemudian bisa terjadi nyeri dada, kesulitan untuk bernafas, dan batuk. Meskipun infeksi paru biasanya memburuk secara perlahan, tapi kadang-kadang akan membaik tanpa pengobatan.

Blastomikosis disseminata bisa menyerang berbagai bagian tubuh :

  • Infeksi kulit dimulai dengan benjolan kecil (papul) dan mungkin saja berisi nanah (papulopustula). Kemudian akan timbul kutil yang dikelilingi abses (penimbunan nanah) yang tidak terasa nyeri.
  • Pada tulang bisa timbul pembengkakan disertai nyeri.
  • Pada laki-laki terjadi pembengkakan epididimis disertai nyeri atau prostatitis.
  • Adakalanya, jamur menyebar ke jaringan yang melapisi otak dan medula spinalis (meninges), menyebabkan terjadinya meningitis jamur. Gejala infeksi ini dapat berupa sakit kepala dan kebingungan.
  • DIAGNOSA

    Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan mikroskopis terhadap sampel dahak atau jaringan yang terinfeksi, misalnya kulit. Bila ditemukan adanya jamur, dilakukan pembiakan dan analisa laboratorium.

    PENGOBATAN

    Blastomikosis dapat diobati dengan amfoterisin B intravena (melalui pembuluh darah) atau itraconazole per-oral (melalui mulut). Dengan pengobatan, perbaikan akan cepat terjadi, tetapi obat harus tetap dilanjutkan untuk berbulan-bulan. Tanpa pengobatan, infeksi akan memburuk secara perlahan dan menyebabkan kematian.

    REFERENSI

    – S, Alan M. Blastomycosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

    http://www.merckmanuals.com/home/infections/fungal_infections/blastomycosis.html

    – Centers for Disease Control and Prevention. Blastomycosis. 2013.

    http://www.cdc.gov/fungal/blastomycosis/

    – Z, David. V, Jatin M. Blastomycosis. Medline Plus. 2012.

    http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000102.htm

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.