Berilliosis (Beryllium Disease)

by -2 views

Berilliosis (Beryllium Disease)

Berilliosis (Beryllium Disease) adalah suatu peradangan paru-paru yang terjadi akibat menghirup debu atau asap yang mengandung berilium.

Dulu berillium biasa digali dan disuling untuk digunakan dalam industri elektronik dan kimia, serta untuk pembuatan lampu pijar. Dewasa ini, berillium terutama digunakan untuk industri pesawat ruang angkasa. Selain pekerja di industri tersebut, orang-orang yang tinggal di sekitar tempat penyulingan juga bisa terkena beriliosis.

Beriliosis berbeda dengan penyakit paru akibat paparan lingkungan lainnya, dimana gangguan paru bisa terjadi akibat paparan berilium dalam jumlah kecil dan tampaknya hanya terjadi pada orang-orang yang sensitif terhadap berilium, yaitu sekitar 2-6% dari mereka yang kontak dengan berillium. Beriliosis bahkan bisa terjadi pada mereka yang terpapar berillium untuk waktu yang singkat.

PENYEBAB

Berilliosis (Beryllium Disease) terjadi akibat menghirup debu atau asap yang mengandung berilium. Menghirup berilium (Be) bisa menyebabkan 2 gejala paru-paru, yaitu pneumonitis kimia akut (penyakit berilium akut) dan penyakit paru granulomatosa, yang disebut sebagaipenyakit berilium kronis atau beriliosis.

Pada penyakit berilium akut, logam ini bertindak sebagai iritan kimia langsung, yang menyebabkan suatu reaksi peradangan non-spesifik. Dengan semakin meningkatnya keamanan dalam bidang industri, saat ini penyakit berilium akut sudah tidak ditemukan. Beriliosis masih ditemukan di industri pengolahan berilium, dimana para pekerjanya terpapar oleh asap atau debu berilium.

Berilliosis (Beryllium Disease)

GEJALA

Pada sebagian orang, pneumonitis kimia akut (penyakit berilium akut) terjadi secara tiba-tiba, terutama sebagai peradangan paru (pneumonitis). Fungsi paru-paru menjadi terganggu. Penderita akan mengalami batuk, kesulitan dalam bernafas, dan penurunan berat badan secara tiba-tiba. Penyakit berilium akut juga bisa mengenai kulit dan mata. Penyakit berilium bentuk ini sekarang sudah jarang ditemukan.

Bentuk penyakit yang lebih sering terjadi adalah penyakit berilium kronis, dimana terbentuk jaringan paru yang abnormal dan pembesaran kelenjar getah bening. Pada gangguan ini, gejala-gejala muncul secara bertahap, biasanya dalam waktu 10-20 tahun setelah paparan. Saat dilakukan deteksi dini, penderita mungkin belum memiliki gejala. Gejala-gejala yang bisa terjadi antara lain : batuk, kesulitan dalam bernafas, penurunan berat badan, keringat malam, dan kelelahan.

DIAGNOSA

Diagnosa didasarkan pada riwayat penderita yang mengalami paparan terhadap berilium dan hasil pemeriksaan darah, yang disebut BeLPT (Beryllium lymphocyte proliferation test). BeLPT merupakan tes alergi terhadap berilium.

Jika penyakit telah mencapai tahap yang lebih lanjut, karakteristik perubahan pada foto rontgen atau CT scan dada bisa membantu menegakkan diagnosa. Namun, foto rontgen dan CT scan penderita penyakit berilium mirip dengan penyakit paru lainnya (sarkoidosis).

Untuk memastikan diagnosa perlu dilakukan pemeriksaan bronkoskopi. Sebuah alat khusus, yang disebut bronkoskop, dimasukkan ke dalam paru-paru. Dengan pemeriksaan ini, diambil contoh jaringan paru untuk dilakukan pemeriksaan mikrokskopis dan tes reaksi alergi terhadap berilium.

PENGOBATAN

Sebagian besar penderita dengan penyakit berilium akut bisa pulih dalam waktu 7-10 hari dengan terapi yang tepat, misalnya pemberian alat bantu nafas, seperti ventilator, jika diperlukan, dan obat-obat kortikosteroid. Namun, beberapa orang dengan penyakit akut yang berat bisa meninggal atau berkembang menjadi penyakit berilium kronis.

Penanganan yang diberikan sangat berbeda pada orang-orang yang baru bergejala bertahun-tahun kemudian setelah paparan. Orang-orang dengan penyakit berilium kronis mengalami gejala yang cenderung memburuk. Jika paru-paru mengalami kerusakan berat, maka jantung akan terbebani, sehingga bisa menyebabkan terjadinya gagal jantung dan kematian. Terkadang perlu diberikan kortikosteroid (misalnya Prednison) untuk penyakit berilium kronis. Sebagian penderita perlu mendapatkan kortikosteroid seumur hidupnya. Pada beberapa orang dengan penyakit berilium kronis yang sangat berat, transplantasi paru bisa merupakan tindakan yang menyelamatkan nyawa. Terapi penunjang lain yang bisa diberikan antara lain terapi oksigen tambahan, rehabilitasi paru, dan obat-obat untuk mengatasi gagal jantung.

PENCEGAHAN

Penyakit berilium bisa dicegah dengan cara membatasi dengan ketat paparan terhadap berilium.

REFERENSI

– N, Lee S. Beryllium Disease. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

http://www.merckmanuals.com/home/lung_and_airway_disorders/environmental_lung_diseases

/beryllium_disease.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.