Bakteremia

by -3 views

Bakteremia

Bakteremia adalah terdapatnya bakteri di dalam aliran darah.

PENYEBAB

Bakteremia dapat terjadi akibat adanya infeksi serius atau dari aktivitas biasa yang tidak berbahaya, seperti menggosok gigi yang terlalu kuat sehingga bakteri yang terdapat pada gusi terdorong masuk ke dalam aliran darah. Bakteri juga dapat masuk ke dalam aliran darah dari usus halus saat mencerna makanan. Bakteremia yang terjadi karena aktivitas biasa jarang sekali menyebabkan terjadinya infeksi.

Prosedur medis tertentu juga dapat menyebabkan terjadinya bakteremia, misalnya kateter yang dipasang ke dalam saluran kencing atau selang yang dipasang ke dalam saluran pencernaan. Bakteri bisa terdapat pada tempat dilakukannya tindakan dan masuk ke dalam aliran darah. Demikian juga halnya pada pembedahan yang dilakukan untuk luka yang terinfeksi, abses, dan luka akibat penekanan, bakteri pada tempat yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah dan menyebabkan bakteremia.

Pada beberapa kasus infeksi bakteri, misalnya abses kulit dan infeksi paru-paru, bakteri dapat masuk ke dalam aliran darah secara berkala dan menyebabkan bakteremia.

Pemakaian obat-obat terlarang melalui suntikan juga dapat menyebabkan bakteremia karena jarum suntik yang digunakan biasanya terkontaminasi oleh bakteri.

Biasanya, hanya terdapat sejumlah kecil bakteri di dalam aliran darah, dan bakteri ini akan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh dengan sendirinya. Pada kasus tersebut, kebanyakan orang tidak memilii gejala. Namun, adakalanya bakteremia menyebabkan terjadinya infeksi, sepsis, atau keduanya. Bakteri yang tidak dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh dapat terakumulasi pada berbagai tempat di seluruh tubuh dan menyebabkan infeksi, misalnya pada :

  • jaringan yang meliputi otak (meningitis)
  • jaringan yang meliputi jantung (perikarditis)
  • sel-sel pada lapisan katub jantung dan jantung (endokarditis)
  • tulang (osteomyelitis)
  • sendi (arthritis)

Pada bakteremia, bakteri cenderung untuk tersangkut dan terkumpul pada struktur-struktur tertentu, misalnya katub jantung yang abnormal dan benda asing pada tubuh, seperti infus dan katub jantung buatan. Kumpulan bakteri ini dapat tetap berada pada tempat tersebut dan secara berkala melepaskan bakteri ke dalam aliran darah.

Bakteremia

GEJALA

Biasanya bakteremia yang disebabkan oleh aktivitas biasa, seperti tindakan perawatan gigi, tidak menimbulkan gejala, karena bakteri segera dapat dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh. Bakteremia yang disebabkan oleh kondisi lain terkadang menyebabkan timbulnya demam. Jika pada orang yang dengan bakteremia terjadi demam, detak jantung yang meningkat, dan nafas yang cepat, maka kemungkinan terjadi sepsis pada orang tersebut (respon serius tubuh yang menyeluruh akibat bakteremia atau infeksi lainnya).

Jika telah terjadi sepsis, maka akan timbul gejala-gejala berikut:
– demam atau hipotermia (penurunan suhu tubuh)
hiperventilasi
– menggigil
– kulit teraba hangat
– ruam kulit
takikardi (peningkatan denyut jantung)
– mengigau atau linglung
– penurunan produksi air kemih

Jika tidak segera diatasi, sepsis bisa menyebabkan infeksi di seluruh tubuh, sepertipada selaput otak (meningitis), selaput jantung (perikarditis), jantung (endokarditis), tulang (osteomielitis) dan sendi-sendi yang besar. Abses (penimbunan nanah) bisa terbentuk hampir di semua bagian tubuh.

DIAGNOSA

Jika diduga adanya bakteremia, maka perlu dilakukan pemeriksaan kultur (biakan) darah untuk melihat dan menentukan bakteri penyebabnya. Tetapi bakteri mungkin tidak tumbuh dalam biakan darah terutama jika penderita mendapatkan terapi antibiotik. Untuk itu juga perlu dibuat biakan sampel dari dahak, air kemih, luka, atau dari bagian tubuh dimana kateter atau alat lain dimasukkan.

PENGOBATAN

Bakteremia yang terjadi akibat pemasangan alat medis tertentu, misalnya kateter pada saluran kemih, biasanya dapat langsung diatasi oleh sistem kekebalan tubuh sehingga tidak membutuhkan pengobatan.Tetapi untuk orang-orang yang berisiko terhadap terjadinya infeksi (misalnya orang dengan gangguan katup jantung atau penurunan sistem kekebalan), sebelum menjalani tindakan medis tertentu biasanya diberikan antibiotik untuk mencegah terjadinya sepsis.

Sepsis merupakan masalah yang serius, dengan resiko kematian yang tinggi. Jika diduga terjadi sepsis, maka antibiotik harus segera diberikan meskipun belum diperoleh hasil biakan dari laboratorium. Pada awalnya antibiotik diberikan berdasarkan jenis bakteri yang sering terdapat di daerah yang teinfeksi. Seringkali diberikan dua jenis antibiotik untuk meningkatkan kemampuannya dalam membunuh bakteri. Kemudian jika sudah diperoleh hasil biakan, maka antibiotik bisa diganti dengan jenis yang paling efektif untuk bakteri penyebab infeksi.

Pada beberapa kasus perlu dilakukan pembedahan untuk menghilangkan sumber infeksi, misalnya abses. Selain itu, mungkin perlu diberikan terapi suportif berupa oksigen tambahan, cairan intravena, dan obat-obat lainnya, misalnya untuk meningkatkan tekanan darah. Jika terjadi gagal ginjal, mungkin penderita perlu menjalani dialisa. Jika terjadi gagal nafas, maka mungkin perlu dibantu dengan mesin ventilator.

REFERENSI

– Y, Lowell S. Bacteremia. Merck Manual Home Health Handbook. 2008. http://www.merckmanuals.com/

home/infections/bacteremia_sepsis_and_septic_shock/bacteremia.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.