Amebiasis

by -11 views

Amebiasis

Amebiasis adalah suatu infeksi usus besar yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica.

PENYEBAB

Penyebabnya adalahEntamoeba histolytica, suatu parasit bersel tunggal.
Parasit ini memiliki 2 (dua) bentuk dalam siklus hidupnya, yaitu bentuk aktif (trofozoit) dan bentuk pasif (kista). Trofozoit hidup di dalam dinding usus atau hidup diantara isi usus dan memakan bakteri.Bila terjadi infeksi, trofozoit bisa menyebabkan diare, yang juga akan membawa trofozoit keluar dari tubuh kita. Di luar tubuh manusia, trofozoit yang rapuh akan mati. Jika pada saat infeksi seseorang tidak mengalami diare, trofozoit biasanya akan berubah menjadi kista sebelum keluar dari usus. Kista merupakan bentuk yang lebih kuat dan bisa menyebar, baik secara langsung dari orang ke orang, atau secara tidak langsung melalui air maupun makanan. Penularan langsung terjadi melalui kontak dengan tinja yang terinfeksi.

Penyakit ini paling sering ditemukan pada masyarakat yang tinggal di negara berkembang, yang derajat kesehatan lingkungannya buruk. Buah-buahan dan sayuran bisa terkontaminasi jika tumbuh di dalam tanah yang diberik pupuk kotoran manusia, atau dicuci dengan air yang terkontaminasi atau diolah/disajikan oleh seseorang yang terinfeksi. Penyakit ini juga ditemukan pada orang yang telah mengadakan perjalanan ke negara berkembang dan pada pria homoseksual.

Amebiasis

GEJALA

Kebanyakan penderita, terutama yang tinggal di daerah beriklim sedang, tidak menunjukkan gejala. Kadang-kadang gejalanya samar-samar, sehingga hampir tidak diketahui. Gejalanya bisa berupa diare yang hilang-timbul dan sembelit, banyak buang gas (flatulensi) dan kram perut. Bila disentuh, perut akan terasa nyeri dan tinja bisa mengandung darah serta lendir. Bisa terjadi demam ringan dan sering terjadi penurunan berat badan dan anemia.

Bila trofozoit menyusup ke dalam dinding usus, maka akan terbentuk suatu benjolan besar (ameboma). Ameboma bisa menyumbat usus dan sering disalah-artikan sebagai kanker. Kadang trofozoit menyebabkan lubang pada dinding usus. Jika isi usus sampai keluar ke dalam rongga perut, maka akan terjadi nyeri perut yang hebat dan infeksi perut (peritonitis).

Invasi trofozoit ke dalam usus buntu dan sekelilingnya bisa menyebabkan apendisitis (peradangan usus buntu) ringan. Pembedahan yang dilakukan untuk mengatasi apendisitis bisa menyebarkan trofozoit ke seluruh perut. Oleh karena itu, pembedahan perlu ditunda sampai 48-72 jam untuk memberikan obat-obatan untuk membunuh trofozoit.

Di dalam hati bisa terbentuk suatu abses yang berisi trofozoit. Keadaan ini menimbulkan rasanyeri atau tidak nyaman di daerah hati, demam yang hilang-timbul, berkeringat, menggigil, mual, muntah, kelemahan, penurunan berat badan dan kadang sakit kuning (jaundice) ringan.

Kadang-kadang trofozoit menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di paru-paru, otak serta organ lainnya. Kulit juga bisa terinfeksi, terutama kulit di sekitar bokong dan alat kelamin. Selain itu infeksi juga bisa terjadi pada luka akibat pembedahan atau luka karena cedera.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan ditemukannya amuba pada contoh tinja penderita. Amuba penyebab amebiasis tidak selalu ditemukan pada setiap contoh tinja, karena itu biasanya diperlukan pemeriksaan tinja hingga 6 kali.

Suatu protoskop bisa digunakan untuk melihat bagian dalam rektum dan untuk mengambil contoh jaringan ulkus (luka terbuka) yang ditemukan disana.

Pada abses hati, pemeriksaan USG, CT scan, atau MRI dapat dilakukan untuk menemukan adanya abses di hati. Tetapi pemeriksaan ini tidak dapat menentukan penyebabnya. Untuk itu, dapat dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat kadar antibodi terhadap parasit. Atau jika diduga disebabkan oleh amuba, maka dapat diberikan obat anti-amuba (amebisid). Jika keadaan penderita membaik, maka diagnosa kemungkinan merupakan suatu amebiasis.

PENGOBATAN

Jika diduga merupakan suatu amebiasis maka dapat diobati dengan obat anti amuba (amebisid) seperti metronidazole atau tinidazole. Pengobatan harus berdasarkan resep dokter. Diperlukan obat kedua, seperti paromomycin atau iodoquinol, untuk dapat membunuh kista pada usus besar.

Tinja diperiksa ulang dalam waktu 1,3 dan 6 bulan setelah pengobatan, untuk memastikan bahwa penderita telah sembuh.

PENCEGAHAN

Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah terkena amebiasis :

  • Selalu cuci tangan dengan bersih menggunakan sabun dan air mengalir setelah buang air besar
  • Pastikan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih

REFERENSI

– Centers for Disease Control and Prevention. Amebiasis. Atlanta. 2010.

http://www.cdc.gov/parasites/amebiasis/

– P, Richard D. Amebiasis. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.

http://www.merckmanuals.com/home/infections/parasitic_infections/amebiasis.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.