Gout

by -1 views

Gout

Gout adalah suatu gangguan yang disebabkan oleh adanya endapan kristal asam urat, yang terakumulasi pada sendi-sendi, akibat kadar asam urat yang tinggi di dalam darah (hiperurisemia). Akumulasi kristal asam urat ini menyebabkan timbulnya peradangan pada sendi-sendi dan daerah sekitarnya yang terasa nyeri.

Gout lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Gout biasanya terjadi pada pria usia pertengahan dan wanita setelah menopause. Gout seringkali menurun dalam keluarga.

PENYEBAB

Gout terjadi karena adanya akumulasi kristal asam urat pada sendi yang menyebabkan peradangan dan rasa nyeri yang hebat. Kristal asam urat bisa terbentuk jika seseorang memiliki kadar asam urat yang tinggi di dalam darah.

Tubuh membentuk asam urat dari pemecahan purin, yaitu zat yang normalnya terdapat di dalam tubuh, demikian juga pada makanan tertentu, seperti daging, ikan haring, ikan teri, sarden, asparagus, dan jamur.

Asam urat normalnya terdapat dalam jumlah kecil di dalam darah. Asam urat larut di dalam darah dan dibuang keluar oleh ginjal melalui air kemih. Kristal asam urat bisa terbentuk jika :

  • tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat, atau
  • asam urat yang dibuang melalui ginjal terlalu sedikit

Jika hal ini terjadi, asam urat bisa menumpuk dan membentuk kristal pada sendi-sendi atau jaringan di sekitarnya, sehingga terjadi peradangan dan pembengkakan.

Beberapa faktor risiko terjadinya gout :

  • Makanan tertentu yang tinggi purin, misalnya asparagus, haring, sarden, jamur dan teri
  • Minuman beralkohol dan beer
  • Gangguan darah dan kanker tertentu, seperti limfoma, leukemia, dan anemia hemolitik, dimana terjadi sel-sel banyak dibentuk dan cepat dihancurkan.
  • Keracunan timah
  • Penyakit ginjal kronis
  • Obat tertentu yang membantu ginjal menghasilkan air kemih (misalnya diuretik golongan thiazide), sehingga mengganggu kemampuan ginjal untuk membuang asam urat. Akibatnya kadar asam urat dalam darah meningkat.
  • Kurangnya asupan dari produk susu
  • Obat-obat tertentu, misalnya cyclosporine, pyrazinamide, ethambutol, dan asam nikotinat.
  • Hipotiroidisme
  • Kegemukan
  • Psoriasis
  • Terapi radiasi
  • Kemoterapi kanker
  • Kelainan enzim tertentu yang jarang terjadi
  • Kelaparan

Gout

GEJALA

Gout seringkali mengenai sendi-sendi di kaki, terutama sendi di pangkal ibu jari kaki (podagra). Namun, gout juga bisa terjadi pada daerah lain, seperti pergelangan kaki, punggung kaki, lutut, pergelangan tangan, dan siku. Gout cenderung terjadi pada daerah-daerah yang lebih dingin ini karena kristal asam urat terbentuk lebih cepat di daerah yang dingin dibandingkan daerah yang hangat. Pada kasus yang jarang, gout juga bisa mengenai sendi-sendi yang lebih hangat, misalnya tulang belakang, pinggul, atau bahu.

Serangan gout hampir selalu bersifat akut, yaitu terjadi secara tiba-tiba, seringkali di malam hari, dan tanpa peringatan. Tanda dan gejala yang terjadi berupa :

  • Nyeri sendi yang semakin memburuk dan sangat menyakitkan, terutama saat sendi digerakkan atau disentuh. Nyeri cenderung terasa sangat hebat pada 12-24 jam pertama setelah gejala muncul.
  • Gout biasanya mengenai sendi besar di ibu jari kaki, tetapi bisa juga terjadi pada kaki, pergelangan kaki, tangan, dan pergelangan tangan.
  • Rasa tidak nyaman yang terus dirasakan. Setelah nyeri hebat mereda, rasa tidak nyaman pada sendi bisa terus dirasakan selama beberapa hari sampai beberapa minggu.
  • Tanda-tanda peradangan pada sendi. Sendi yang terkena tampak membengkak, berwarna merah atau keunguan, serta terasa hangat dan nyeri.

Gejala-gejala lain yang bisa ditemukan antara lain :

  • Demam, yang bisa mencapai 38.9oC
  • Detak jantung yang cepat (takikardia)
  • Menggigil
  • Rasa tidak enak badan

Pada awalnya serangan gout biasanya hanya mengenai satu sendi dan berlangsung selama beberapa hari. Gejala-gejala kemudian mulai menghilang, sendi dapat berfungsi seperti semula, dan tidak ada gejala yang muncul sampai serangan selanjutnya.

Serangan gout bisa dipicu oleh :

  • cedera
  • penyakit tertentu, seperti pneumonia atau infeksi lainnya
  • pembedahan
  • pemakaian diuretik golongan thiazide
  • terapi dengan obat-obat tertentu, seperti allopurinol dan nitrogliserin
  • mengkonsumsi makanan kaya purin atau alkohol

Jika gangguan terus berlanjut, maka serangan gout yang terjadi bisa semakin lama, terjadi lebih sering, dan mengenai beberapa sendi. Setelah beberapa kali serangan ulang, gout menjadi semakin berat dan kronis, bahkan bisa menyebabkan terjadinya deformitas sendi.

Seiring dengan berjalannya waktu, gerakan sendi menjadi semakin terbatas karena adanya kerusakan yang terjadi akibat kristal asam urat pada sendi dan tendon. Terbentuk benjolan keras dari kristal asam urat (tophi) pada permukaan sendi, tulang rawan, atau tulang di dekat sendi, dan kemudian di bawah kulit di sekitar sendi yang terkena. Tophi juga bisa terbentuk di ginjal dan organ-organ lainnya, serta di bawah kulit telinga. Tophi biasanya ditemukan pada jari, tangan, kaki, tendon Achilles, dan di sekitar siku. Tophi normalnya tidak terasa nyeri, tetapi bisa mengalami peradangan dan terasa nyeri. Jika tidak diobati, tophi bisa pecah dan mengeluarkan massa seperti kapur yang terdiri dari kristal asam urat melalui kulit dan pada akhirnya menyebabkan deformitas.

Sumber : https://uvahealth.com

Sekitar 20% penderita gout terbentuk batu ginjal yang terdiri dari asam urat. Batu ini bisa menyumbat saluran kemih, sehingga menimbulkan nyeri yang hebat dan, jika tidak diatasi, bisa terjadi infeksi dan kerusakan ginjal. Pada orang-orang dengan gout yang memiliki gangguan lainnya, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, fungsi ginjal yang semakin buruk akan mengurangi ekskresi asam urat dan membuat gout dan kerusakan sendi menjadi semakin berat.

DIAGNOSA

Dugaan adanya gout didasarkan dari gejala-gejala yang khas dan hasil pemeriksaan sendi yang terkena. Diagnosa ditunjang dengan ditemukannya kadar asam urat yang tinggi di dalam darah.

Namun, pada serangan gout akut, kadar asam urat seringkali normal. Untuk itu bisa dilakukan pemeriksaan penunjang lainnya seperti :

  • Pemeriksaan aspirasi sendi untuk mengambil contoh tophus atau cairan sendi, akan tampak kristal asam urat yang berbentuk seperti jarum pada pemeriksaan mikroskopis.
  • Pemeriksaan foto sinar-X untuk melihat adanya kerusakan sendi dan adanya tophi.
  • Pemeriksaan ultrasonografi juga bisa dilakukan untuk mendeteksi adanya kistal asam urat.

ray showing uric acid crystals in big toe joint

Sumber : http://www.webmd.boots.com

PENGOBATAN

Penanganan gout memiliki 3 tujuan utama :

  • meredakan peradangan akut
  • mencegah kekambuhan
  • mencegah terjadinya endapan asam urat lebih lanjut pada jaringan, yaitu dengan cara menurunkan kadar asam urat dalam darah

Serangan gout akut bisa diredakan dengan :

  • Obat anti-peradangan non-steroid (NSAID), misalnya ibuprofen, naproxen, atau indometasin, seringkali efektif untuk meredakan nyeri dan pembengkakan pada sendi. Obat ini harus dilanjutkan selama beberapa hari setelah nyeri dan peradangan mereda untuk mencegah kekambuhan.
  • Kolkisin, tetapi obat ini tidak lagi menjadi terapi utama yang dilakukan. Nyeri sendi biasanya mulai mereda setelah 12-24 jam setelah pengobatan diberikan.
  • Kortikosteroid, misalnya prednison, terkadang berguna untuk mengurangi peradangan sendi pada orang-orang yang tidak berhasil dengan obat-obat lainnya.

Beberapa penderita (terutama yang mengalami serangan berulang yang hebat) mungkin membutuhkan pengobatan jangka panjang, misalnya dengan kolkisin dan obat anti-peradangan non-steroid, untuk mencegah kekambuhan.

Kadar asam urat dalam darah perlu diturunkan, terutama pada penderita dengan :

  • serangan gout berulang yang hebat, meskipun telah mendapatkan colchicine, NSAID, atau keduanya
  • tophi
  • batu ginjal yang terbentuk dari asam urat
  • kondisi tertentu yang membuat seseorang tidak bisa mendapatkan NSAID atau kortikosteroid, misalnya ulkus peptikum dan penyakit ginjal kronis

Target terapi adalah menurunkan kadar asam urat hingga dibawah 6 mg/dL. Jika kadar asam urat dijaga tetap berada dibawah nilai tersebut, maka pembentukan endapan asam urat di sekitar sendi dan jaringan lunak akan berhenti, dan endapan yang ada pada akhirnya akan menghilang.

Obat yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar asam urat antara lain :

  • Obat untuk menurunkan produksi asam urat oleh tubuh, misalnya allopurinol.
  • Obat untuk meningkatkan pengeluaran asam urat melalui air kemih, misalnya probenecid atau sulfinpirazone. Aspirin menghambat efek probenecid dan sulfinpirazon, sehingga sebaiknya tidak digunakan pada saat yang bersamaan.

Setiap pengobatan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah bisa memicu terjadinya serangan akut. Serangan gout akut yang terjadi bisa segera muncul setelah obat mulai diberkan. Kondisi ini bisa merupakan tanda bahwa obat bekerja dengan baik untuk menurunkan kadar asam urat. Saat serangan akut, obat tetap diberikan, tetapi bisa ditambah colchicine atau NSAID untuk membantu mencegah atau mengatasi serangan akut.

PENCEGAHAN

Penyakit gout itu sendiri tidak dapat dicegah, tetapi saat periode bebas gejala, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah terjadinya kekambuhan, antara lain :

  • Minum banyak air, yaitu sekitar 2-4 liter air setiap hari.
  • Batasi atau hindari minuman beralkohol
  • Batasi makanan yang mengandung tinggi purin
  • Makan makanan yang seimbang, yang mengandung buah, sayur, biji-bijian, dan susu bebas atau rendah lemak
  • Kurangi makanan yang kaya akan protein
  • Mengkonsumsi produk susu bebas lemak untuk sumber protein
  • Batasi asupan daging, ikan, dan unggas
  • Jaga berat badan ideal
  • Hindari obat-obat yang menyebabkan kadar asam urat dalam darah meningkat

REFERENSI

– D, Catherine B. Gout. Medicine Net. 2013.

http://www.medicinenet.com/gout_gouty_arthritis/article.htm

– Mayo Clinic. Gout. 2011. http://www.mayoclinic.com/health/gout/DS00090

– R, Lawrence M. Gout. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

http://www.merckmanuals.com/home/bone_joint_and_muscle_disorders/

gout_and_pseudogout/gout.html

– S, Gordon A. Gout. Medline Plus. 2013.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000422.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.